Dave Franco Merdeka dari Bayang-Bayang James Franco: 'Saya Dapat Pengakuan Sendiri'
Baca dalam 60 detik
- Dave Franco mengaku telah menemukan jalur kariernya sendiri setelah bertahun-tahun dikenal sebagai adik James Franco.
- Ia mengungkapkan bahwa kerja keras dan konsistensi membuat publik mulai menghargai karyanya secara independen.
- Aktor berusia 41 tahun itu juga menyoroti sisi gelap media sosial yang membuatnya merasa terasing dari tren.

Aktor Hollywood Dave Franco mengungkapkan rasa syukurnya karena kini diakui atas kerja kerasnya sendiri, bukan semata-mata karena nama besar kakaknya, James Franco. Dalam wawancara terbaru di podcast Armchair Expert, pria berusia 41 tahun itu menegaskan bahwa ia telah lama menempuh jalur independen dan mulai menuai hasilnya.
"Saya mencintai kakak saya dan sangat berterima kasih atas nasihatnya, tetapi beberapa tahun terakhir ini saya sudah cukup lama menekuni jalan saya sendiri sehingga orang mulai memberikan pengakuan yang setara," ujar Dave, seperti dikutip dari podcast tersebut. Ia menambahkan bahwa dirinya telah "bekerja sangat keras" untuk keluar dari bayang-bayang James, yang lebih dulu tenar di industri perfilman.
Dave, yang menikah dengan aktris Alison Brie sejak 2017, juga membahas hubungannya dengan media sosial. Ia mengaku kadang merasa "sedikit di luar lingkaran" karena tidak terlalu mengikuti tren. "Saya tidak tahu apa tren terbaru. Apakah itu memengaruhi kreativitas saya? Saya ingin tetap relevan, tetapi ada ketakutan tidak terhubung dengan apa yang sedang terjadi," tuturnya.
Meski demikian, Dave melihat sisi positif dari ketidakterikatannya pada media sosial. Ia merasa terbebas dari "penderitaan batin" yang sering ditimbulkan platform digital. "Saya tidak mau menempatkan diri saya di hadapan orang asing yang setiap hari akan menjatuhkan saya. Saya tidak ingin energi negatif itu masuk ke hidup saya setiap hari," jelasnya.
"Saya tahu betapa adiktifnya media sosial, tetapi itu menakutkan bagi saya. Saya memilih untuk tidak terlibat," kata Dave.
Pernyataan Dave ini menyoroti dinamika yang kerap dialami aktor yang memiliki kerabat terkenal. Di Indonesia, fenomena serupa juga terjadi pada selebritas yang berasal dari keluarga artis, seperti beberapa anak atau adik dari aktor senior yang harus berjuang membangun identitas sendiri. Tekanan untuk tidak dianggap "menumpang nama" menjadi beban psikologis tersendiri.
Selain itu, sikap Dave terhadap media sosial mencerminkan tren yang mulai diadopsi sebagian publik Indonesia, terutama di kalangan profesional muda yang memilih mengurangi jejak digital demi kesehatan mental. Menurut sejumlah psikolog, paparan konstan terhadap komentar negatif dapat memicu kecemasan dan menurunkan rasa percaya diri.
Dengan karier yang terus berkembang, Dave Franco kini membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat mengubah persepsi publik. Namun, akankah ia benar-benar lepas dari label "adik James Franco" seiring bertambahnya proyek film yang ia bintangi? Waktu yang akan menjawab, tetapi langkahnya sudah semakin mantap.



