Nico Paz Kandidat Kuat Pewaris Nomor 10 Argentina Pasca Pensiun Messi
Baca dalam 60 detik
- Pasca pengumuman pensiun Lionel Messi dari tim nasional Argentina, bintang Como, Nico Paz, disebut-sebut sebagai kandidat utama penerus nomor punggung 10.
- Paz, yang baru berusia 21 tahun, telah menunjukkan performa impresif di Serie A dengan torehan 12 gol dan 7 assist pada musim 2025-26.
- Keputusan ini membuka babak baru bagi Argentina, di mana regenerasi pemain muda menjadi kunci menjelang Piala Dunia 2026.

Lionel Messi resmi mengakhiri karier internasionalnya bersama Timnas Argentina pada 31 Agustus lalu, menyusul kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Dengan hengkangnya sang megabintang, pertanyaan besar kini mengemuka: siapa yang layak menyandang nomor punggung 10 yang pernah identik dengan Diego Maradona dan Messi? Laporan dari ESPN Argentina menyebut nama Nico Paz, gelandang serang milik Como, sebagai kandidat terdepan.
Keputusan pensiun Messi kali ini dianggap final. Berbeda dengan 2016 ketika ia sempat mundur lalu kembali, di usia 39 tahun, peluang untuk comeback dinilai tipis. Messi sendiri telah mengantarkan Argentina juara dunia pada 2022 di Qatar, sebuah pencapaian yang melengkapi karier gemilangnya. Kini, tim asuhan Lionel Scaloni harus menghadapi era baru tanpa sosok yang selalu menjadi pusat permainan.
Nico Paz, yang baru berusia 21 tahun, bukanlah nama asing di pentas Eropa. Setelah bergabung dengan Como dari Real Madrid pada musim panas 2024, ia langsung menjadi sorotan. Klub yang bermarkas di Italia itu bahkan berani membayar โฌ60 juta untuk menghapus klausul penjualan kembali milik Real Madrid sebesar 50%. Namun, Los Blancos masih memegang opsi pembelian kembali senilai โฌ80 juta pada musim panas 2027, sebuah sinyal bahwa Paz dianggap sebagai investasi jangka panjang.
Performa Paz di Serie A musim lalu memang luar biasa. Pada 2024-25, ia mencatatkan enam gol dan sembilan assist. Angka itu meningkat drastis pada 2025-26 menjadi 12 gol dan tujuh assist dari 35 penampilan liga, dengan rata-rata keterlibatan gol setiap 151 menit. Statistik ini menempatkannya sebagai salah satu gelandang serang paling produktif di Italia, sejajar dengan pemain-pemain top Eropa.
Di level internasional, Paz telah mengoleksi 11 caps bersama Argentina, mayoritas dengan nomor 18. Namun, jika dipercaya mengenakan nomor 10, ia akan mengikuti jejak dua legenda. Beban psikologis tentu tidak ringan, tetapi banyak pengamat menilai gaya bermain Paz yang lincah, visi permainan tajam, dan kemampuan mencetak gol dari lini kedua membuatnya cocok mengisi peran yang ditinggalkan Messi.
Bagi Indonesia, dinamika ini menarik untuk disimak. Argentina selalu menjadi salah satu tim favorit di ajang internasional, dan kehadiran pemain muda seperti Paz menunjukkan bahwa regenerasi bisa berjalan mulus. Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya memberikan kepercayaan kepada talenta muda di kompetisi domestik, sebagaimana Como berani memainkan Paz secara reguler di Serie A. Jika Indonesia ingin bersaing di level Asia, langkah serupa dalam mengorbitkan pemain muda menjadi krusial.
Namun, pertanyaan yang belum terjawab adalah apakah Paz mampu menghadapi tekanan sebagai penerus Messi di mata publik Argentina yang sangat ekspektatif. Sejarah mencatat, tidak semua pemain mampu bertahan di bawah sorotan sebesar itu. Apakah ia akan menjadi Maradona baru atau justru tenggelam? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: Argentina tidak akan kehabisan bakat untuk menjaga kejayaannya.



