Sunderland Ganda-gandakan Serangan: Fofana Segera Teken, Lukebakio Jadi Target Berikutnya
Baca dalam 60 detik
- Sunderland dikabarkan sepakat dengan Benfica untuk merekrut Dodi Lukebakio senilai £21 juta, menyusul kesepakatan dengan Malick Fofana yang sempat dibajak Crystal Palace.
- Lukebakio, yang musim lalu mencatatkan rata-rata 3,26 dribel sukses per 90 menit, dipandang sebagai pengganti ideal Amad Diallo yang menjadi idola fans saat dipinjamkan ke klub.
- Jika kedua transfer ini tuntas, Sunderland akan memiliki opsi serangan sayap yang lebih variatif dan siap bersaing di Premier League, meski masih ada pertanyaan soal konsistensi kontribusi gol keduanya.

Bursa transfer musim dingin menjadi panggung drama bagi Sunderland. Setelah nyaris kehilangan Malick Fofana karena ulah Crystal Palace, klub asal timur laut Inggris itu justru dikabarkan mempercepat perekrutan pemain sayap Benfica, Dodi Lukebakio, dengan nilai mencapai £21 juta. Langkah ini menunjukkan ambisi besar The Black Cats untuk memperkuat lini serang di tengah persaingan ketat Premier League.
Kabar ini pertama kali diungkapkan jurnalis Sky Sports, Keith Downie, melalui media sosialnya pada Selasa malam. Menurut laporan yang beredar, Sunderland tidak hanya mengejar Fofana yang tengah menjalani tes medis di Prancis, tetapi juga telah menyepakati biaya transfer dengan Benfica untuk Lukebakio. Bahkan, sebuah jet pribadi disebut telah disiapkan untuk membawa pemain asal Belgia itu ke Stadium of Light guna merampungkan kesepakatan.
Lukebakio, yang kini berusia 28 tahun, bukanlah nama asing bagi penggemar sepak bola Eropa. Musim lalu, ia tampil impresif bersama Benfica dengan torehan 3,26 dribel sukses per 90 menit—angka yang menempatkannya di 4 persen teratas winger di lima liga top Eropa. Kemampuannya membawa bola juga luar biasa, dengan 5,92 progressive carry per 90 menit, masuk jajaran 3 persen terbaik. Namun, kontribusi golnya musim ini menurun drastis: hanya dua gol dan lima assist, jauh di bawah standar yang diharapkan dari seorang penyerang sayap.
Perbandingan dengan Amad Diallo pun mencuat. Semasa dipinjamkan ke Sunderland pada musim 2022/23, Diallo menjadi idola dengan 14 gol dari 42 penampilan. Ia juga dikenal sebagai dribel ulung, mencatatkan 2,09 dribel sukses per 90 menit. Kini, Lukebakio diharapkan bisa mengulang kesuksesan serupa, meski usianya lebih matang dan pengalamannya di liga top Eropa lebih luas.
Di sisi lain, Fofana yang baru berusia 21 tahun dianggap sebagai investasi jangka panjang. Meski musim lalu sempat terganggu cedera pergelangan kaki yang membatasi penampilannya hanya 16 kali, pada musim 2024/25 ia menunjukkan potensi besar dengan 11 gol dan enam assist. Pengamat sepak bola Eropa, Robin Bairner, bahkan menyebutnya sebagai "Barcola versi murah"—merujuk pada pemain muda Liverpool yang tengah naik daun. Fofana juga masuk 12 persen teratas winger di lima liga top Eropa untuk progressive carry per 90 menit.
Bagi Sunderland, perekrutan dua winger sekaligus ini bukan sekadar menambah kedalaman skuad. Manajer Regis Le Bris tampaknya ingin membangun lini serang yang lebih dinamis dan sulit ditebak. Dengan kehadiran Fofana yang lincah dan Lukebakio yang eksplosif, The Black Cats bisa tampil lebih agresif di sisi sayap—sesuatu yang sempat hilang sejak kepergian Diallo.
Namun, ada catatan penting. Kedua pemain ini belum tentu langsung bersinar di Premier League. Fofana masih muda dan perlu adaptasi, sementara Lukebakio harus membuktikan bahwa penurunan kontribusi golnya musim lalu hanyalah anomali. Jika tidak, Sunderland bisa mengulang kesalahan klub-klub Inggris lain yang tergoda membeli pemain dengan statistik mentereng namun gagal beradaptasi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League semakin agresif di bursa transfer. Sunderland, yang baru promosi, tidak ragu mengeluarkan dana besar untuk bersaing. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih berani dalam membangun skuad, meski tentu dengan skala yang berbeda.
Pertanyaannya kini: akankah Lukebakio dan Fofana menjadi kunci kebangkitan Sunderland, atau justru menjadi beban di tengah kerasnya persaingan Premier League? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti—bursa transfer kali ini akan selalu dikenang oleh para pendukung The Black Cats.



