Leeds Kunci Transfer Bahoya Rp500 Miliar, Arsenal Mengintai dari Jauh
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mencapai kesepakatan dengan Eintracht Frankfurt untuk merekrut Jean-Matteo Bahoya dengan skema pinjaman plus kewajiban membeli senilai โฌ30 juta.
- Kepindahan pemain sayap 21 tahun itu menjadi jawaban atas potensi hengkangnya Wilfried Gnonto ke Fiorentina, setelah upaya mendatangkan Mykhailo Mudryk gagal.
- Arsenal dikabarkan memantau perkembangan Bahoya sebagai bagian dari perencanaan rekrutmen jangka panjang, yang bisa menjadi ancaman bagi Leeds di bursa mendatang.

Leeds United bergerak cepat di penghujung bursa transfer musim panas dengan mengamankan tanda tangan Jean-Matteo Bahoya dari Eintracht Frankfurt. Kesepakatan senilai โฌ30 juta atau sekitar Rp500 miliar ini menjadikan pemain sayap asal Prancis itu sebagai rekrutan termahal kedua dalam sejarah klub, sekaligus sinyal ambisi The Whites untuk bersaing di papan atas Premier League.
Kepastian transfer ini diumumkan oleh pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, yang menyebut bahwa kesepakatan telah bulat. Bahoya akan bergabung dengan status pinjaman selama satu musim dengan kewajiban membeli secara permanen. Pemain berusia 21 tahun itu dikabarkan telah menyetujui kontrak pribadi dan tinggal menjalani tes medis sebelum resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Leeds.
Langkah ini diambil setelah upaya Leeds untuk mendatangkan Mykhailo Mudryk dari Chelsea menemui jalan buntu. Pemain asal Ukraina itu justru dikabarkan lebih dekat dengan Tottenham Hotspur. Selain itu, masa depan Wilfried Gnonto yang mulai tidak betah di Elland Road menjadi pemicu utama. Pemain asal Italia itu hanya tampil sebagai starter dalam empat pertandingan liga musim lalu dan santer dikaitkan dengan kepindahan ke Fiorentina.
Kehadiran Bahoya diharapkan mampu menambah daya gedor lini serang Leeds yang musim ini baru mengoleksi empat poin dari dua laga perdana Premier League. Meski demikian, keputusan merekrut pemain yang belum pernah bermain di liga top Eropa ini tetap menimbulkan pertanyaan. Apakah Bahoya siap tampil konsisten di kompetisi seketat Premier League?
Menariknya, kepindahan Bahoya ke Leeds juga menjadi perhatian Arsenal. The Gunners dikabarkan telah memantau perkembangan pemain yang pernah memperkuat tim muda Angers itu sejak lama. Menurut laporan Sky Sports, Arsenal melihat Bahoya sebagai investasi jangka panjang yang potensial, meski mereka memilih untuk tidak bersaing pada bursa kali ini. Direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta, dikenal sabar menunggu targetnya dan lebih memilih pemain yang sudah terbukti di Premier League, seperti Ezri Konsa dan Bruno Guimaraes yang baru bergabung musim ini.
Potensi Bahoya memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mantan pelatihnya di akademi Angers, Manu Guidicelli, bahkan membandingkan gaya bermainnya dengan Jeremy Doku, pemain sayap Manchester City yang dikenal dengan kecepatan dan kemampuannya melewati lawan. "Dia bisa melakukan lari dari dalam, bermain di antara garis, dan melebar ke sisi lapangan. Dia bisa menggiring bola ke kanan atau kiri, dan yang terpenting, dia bisa menyelesaikan peluang," ujar Guidicelli.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Inggris berlomba mencari bakat muda dari liga-liga Eropa lainnya. Bahoya, yang lahir di Prancis namun memiliki darah Kamerun, bisa menjadi contoh bagaimana pemain muda Afrika dan keturunannya semakin dilirik klub-klim Eropa. Di Indonesia, fenomena ini juga relevan mengingat banyak pemain muda berbakat yang bermain di liga domestik dan berpotensi menembus kompetisi Eropa.
Ke depannya, publik akan menanti apakah Bahoya mampu langsung tampil impresif di Leeds dan membuktikan bahwa investasi besar yang dikeluarkan klub tidak sia-sia. Pertanyaan besarnya, akankah ia menjadi bintang baru di Premier League atau justru tenggelam di tengah kerasnya persaingan? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti: Leeds telah mengambil risiko besar yang bisa membawa mereka ke level berikutnya.



