Gasperini Buka Suara: De Roon Kunci Transfer Cerdas Roma, Soule Tetap Bertahan
Baca dalam 60 detik
- Roma mengamankan jasa Marten De Roon dari Atalanta dengan cepat, memungkinkan reinvestasi dana untuk posisi lain.
- Pelatih Gian Piero Gasperini menegaskan belum ada tawaran konkret untuk Matias Soule, yang diperkirakan tetap tampil melawan Lecce.
- Kedatangan Leonardo Balerdi dan kepergian Neil El-Aynaoui menandai perombakan skuad Roma menjelang penutupan bursa transfer.

Roma bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini dengan mengamankan tanda tangan gelandang veteran Marten De Roon dari Atalanta. Pelatih Gian Piero Gasperini mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut lahir dalam hitungan hari, sekaligus membuka ruang fiskal untuk memperkuat sektor lain yang lebih dibutuhkan. Di tengah hiruk-pikuk bursa, ia juga menepis kabar hengkangnya Matias Soule ke Liga Inggris.
De Roon, yang telah mengabdi lama di Atalanta, tiba di Roma untuk bersatu kembali dengan Gasperini. Menurut sang pelatih, pemain asal Belanda itu tidak lagi masuk rencana timnya di Bergamo. "Setelah bertahun-tahun di Atalanta, ia tidak lagi menjadi bagian dari rencana mereka. Ada peluang, saya berbicara dengan Percassi beberapa hari lalu, mereka melepasnya," ujar Gasperini dalam konferensi pers jelang laga melawan Lecce, Senin (31/8) malam WIB.
Kedatangan De Roon bukan sekadar tambahan kekuatan, melainkan langkah strategis. Roma melepas Neil El-Aynaoui ke RB Leipzig, dan dana dari transfer itu sebagian digunakan untuk merekrut De Roon. "Ini menguntungkan dari sudut pandang ekonomi karena memungkinkan kami berinvestasi di posisi lain," kata Gasperini. Ia menambahkan bahwa De Roon akan menjadi pemain kunci, membawa kepribadian dan fisik yang dibutuhkan tim yang juga baru saja kedatangan kapten lain, Leonardo Balerdi.
Balerdi, bek asal Argentina, resmi dipinjam dari Marseille dengan opsi pembelian. Gasperini menilai pemain berusia 26 tahun itu berada di puncak karier dan akan memperkuat lini pertahanan yang sudah solid. "Kami butuh dia, tetapi untuk bersaing, kami membutuhkan gelandang serang kiri dan bek sayap. Angelino dan Tsimikas telah pergi, performa Lulli memberi kami kepercayaan diri, tetapi kami harus memikirkan musim penuh," jelasnya. Ia juga mengindikasikan keinginan untuk menambah satu penyerang lagi sebelum bursa ditutup 1 September.
Soal Soule, yang dikaitkan dengan Fulham, Gasperini menegaskan tidak ada tawaran resmi. "Saya tidak pernah mendengar proposal untuk Soule. Bagi saya, besok dia mungkin masih akan bermain. Itu tidak berarti agen tidak bergerak, tetapi belum ada yang konkret," tegasnya. Sementara itu, kepergian El-Aynaoui dijelaskan karena performanya menurun setelah Piala Afrika dan keinginannya mencari pengalaman baru. "Kami hanya ingin pemain yang senang bermain di sini," pungkas Gasperini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Roma di bursa transfer ini menarik untuk disimak. Klub Serie A kerap menjadi barometer strategi transfer klub-klub Eropa, termasuk dalam memanfaatkan bursa pemain bebas atau pinjaman. Keputusan Roma untuk melepas pemain muda seperti El-Aynaoui demi mendatangkan pemain berpengalaman seperti De Roon menunjukkan prioritas pada kestabilan jangka pendek. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap menghadapi dilema serupa antara mengembangkan bakat muda dan meraih hasil instan.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka, Roma tampaknya belum selesai berbelanja. Pertanyaan besarnya: akankah Gasperini mendapatkan tambahan amunisi di lini serang yang ia idamkan? Atau akankah ia bertahan dengan skuad yang ada? Keputusan dalam beberapa hari ke depan akan menentukan sejauh mana Roma mampu bersaing di papan atas Serie A musim ini.



