Shin Tae-yong Puji 5 Pemain Persija Juara ASEAN Cup, Tapi Minta Euforia Segera Dihentikan
Baca dalam 60 detik
- Shin Tae-yong memberikan apresiasi kepada lima penggawa Persija yang sukses mengantar Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
- Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan perayaan harus diakhiri karena Persija tengah fokus menatap pekan keempat BRI Super League.
- Persija saat ini memuncaki klasemen dengan tiga kemenangan beruntun dan akan bertandang ke markas PSIM Yogyakarta akhir pekan ini.

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyampaikan ucapan selamat kepada lima pemainnya yang baru saja mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Kelima pemain tersebut adalah Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Shayne Pattynama, Jordi Amat, dan Nadeo Argawinata. Mereka telah kembali bergabung dengan skuad Macan Kemayoran setelah menyelesaikan tugas negara.
Ucapan itu disampaikan Shin Tae-yong saat memimpin sesi latihan di Persija Training Ground, Depok, Rabu (10/7/2026) sore WIB. Namun, di balik apresiasi tersebut, pelatih berusia 55 tahun itu menekankan bahwa perayaan gelar harus segera dihentikan. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mempersiapkan tim menghadapi lanjutan BRI Super League.
"Saya memberi selamat, tetapi euforia juara tersebut harus selesai sampai di sini saja. Sekarang kita harus mempersiapkan diri dengan baik untuk kompetisi BRI Super League," ujar Shin Tae-yong.
Persija sendiri sedang dalam performa impresif. Dari tiga pertandingan awal BRI Super League, Macan Kemayoran berhasil menyapu bersih kemenangan. Mereka akan melakoni laga pekan keempat dengan bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, untuk menantang PSIM Yogyakarta pada Sabtu (10/10/2026).
Keputusan Shin Tae-yong untuk segera mengalihkan fokus bukan tanpa alasan. BRI Super League 2026 menjadi kompetisi yang sangat kompetitif, dan menjaga momentum kemenangan menjadi krusial. Dengan tiga poin penuh di laga melawan PSIM, Persija berpeluang memperlebar jarak dari pesaing terdekat.
Di sisi lain, kembalinya para pemain Timnas membawa dampak positif bagi kedalaman skuad. Kehadiran Ridho di lini belakang, Pattynama di sayap kiri, serta Nadeo di bawah mistar memberikan opsi lebih bagi Shin Tae-yong. Namun, adaptasi kembali ke ritme klub sering menjadi tantangan tersendiri, terutama setelah turnamen internasional yang menguras fisik dan mental.
Menarik untuk dicermati bagaimana Shin Tae-yong mengelola beban kerja para pemainnya. Ia dikenal sebagai pelatih yang disiplin dan menuntut intensitas tinggi, tetapi juga pragmatis dalam rotasi. Laga melawan PSIM bisa menjadi ajang untuk menguji kesiapan pemain yang baru kembali, sekaligus menjaga tradisi kemenangan.
Bagi Persija, konsistensi adalah kunci. Jika mampu meraih hasil maksimal di Bantul, mereka tidak hanya mempertahankan rekor sempurna, tetapi juga mengirim sinyal serius kepada para rival bahwa gelar juara adalah target utama musim ini. Euforia ASEAN Cup boleh saja membanggakan, tetapi ambisi di kompetisi domestik tetap yang paling nyata.
Akankah lima pemain juara itu langsung memberikan dampak instan, atau justru kelelahan usai turnamen? Jawabannya akan terlihat dalam 90 menit di Stadion Sultan Agung.


