Everton dan Warisan Gueye: Melvin Matos, Permata Akademi yang Siap Unjuk Gigi
Baca dalam 60 detik
- Everton kehilangan Idrissa Gueye yang hijrah ke Al-Diriyah, meninggalkan celah di lini tengah yang mengandalkan duel dan tekel.
- Melvin Matos, gelandang 18 tahun, tampil impresif di Premier League 2 dengan statistik duel dan tekel per 90 menit yang menempatkannya di 3% teratas.
- Manajer David Moyes dikenal enggan memberi kesempatan kepada pemain muda, tetapi Matos bisa menjadi pengecualian jika terus berkembang.

Everton menghadapi musim baru tanpa Idrissa Gueye, gelandang veteran yang telah meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir dan bergabung dengan Al-Diriyah di Liga Arab Saudi. Kepergian Gueye meninggalkan lubang di lini tengah The Toffees, terutama dalam hal duel dan tekel yang selama ini menjadi ciri khas permainannya. Namun, di balik kekhawatiran itu, muncul secercah harapan dari akademi: Melvin Matos, gelandang 18 tahun yang siap mengisi kekosongan.
Gueye, yang kini berusia 37 tahun, masih menunjukkan kualitasnya di Premier League musim lalu dengan memulai 25 pertandingan, menyelesaikan 87% umpan, memenangkan 56% duel darat, dan mencatat 1,7 tekel per pertandingan. Meski demikian, gaji mingguannya yang melebihi £100.000 membuat Everton memilih tidak memperpanjang kontraknya. Kepergiannya dianggap sebagai langkah yang tepat secara finansial, tetapi secara teknis, sosok gelandang bertipe pekerja keras seperti Gueye tidak mudah digantikan.
Everton sebenarnya telah mendatangkan Merlin Rohl secara permanen dan merekrut Hayden Hackney dari Middlesbrough. Hackney, yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Championship 2025/26, memiliki kualitas dalam mengolah bola dan memenangkan duel, tetapi profilnya tidak identik dengan Gueye. Hackney lebih cenderung sebagai gelandang pengatur, sementara Gueye adalah tipe perusak permainan yang agresif. Di sinilah Matos masuk dalam gambaran.
Matos, yang baru dipromosikan dari U18 ke U21 musim panas ini, langsung menjadi andalan di bawah asuhan David Hughes. Jurnalis Sam Bryne menyebutnya sebagai pemain yang "ada di mana-mana" di lini tengah Everton U21, bersama penyerang produktif Braiden Graham sebagai "mungkin pemain terbaik Everton" saat ini. Statistiknya yang luar biasa—9,26 duel dan 4,37 tekel per 90 menit—menunjukkan bahwa ia memiliki insting bertahan yang jarang dimiliki pemain seusianya.
"Matos adalah paket lengkap. Usianya masih 18 tahun, tetapi ia sudah menunjukkan kedewasaan dalam bertahan. Jika ia terus berkembang, bukan tidak mungkin ia menjadi penerus Gueye di tim utama," ujar seorang pengamat akademi Everton.
Manajer David Moyes dikenal sebagai pelatih yang enggan memberikan kesempatan kepada pemain muda. Namun, sejarah menunjukkan bahwa beberapa pemain muda tetap bisa menembus tim utama, seperti Wayne Rooney di Everton dan Declan Rice di West Ham United. Matos memiliki profil yang mirip dengan Gueye: pekerja keras, kuat dalam duel, dan memiliki energi tak habis-habisnya. Jika ia mampu mempertahankan konsistensinya, bukan tidak mungkin Moyes akan memberinya kesempatan di Premier League.
Everton saat ini memiliki kedalaman skuad yang cukup di lini tengah, tetapi tidak ada yang benar-benar memiliki karakteristik seperti Gueye. Hackney dan Rohl lebih bertipe playmaker, sementara Matos adalah tipe box-to-box yang bisa memenangkan bola dan memulai serangan. Kehadiran Matos bisa menjadi solusi jangka panjang bagi Everton, terutama jika ia mampu beradaptasi dengan cepat di level senior.
Meski demikian, Matos masih perlu mengasah kemampuan taktisnya. Premier League 2 memang kompetisi yang kompetitif, tetapi intensitas dan kecepatan di Premier League jauh lebih tinggi. Ia perlu meningkatkan kemampuan membaca permainan dan disiplin posisi agar tidak mudah dilewati oleh pemain lawan. Namun, dengan bimbingan yang tepat, ia bisa menjadi aset berharga bagi Everton di masa depan.
Kepergian Gueye memang meninggalkan luka, tetapi juga membuka pintu bagi generasi berikutnya. Matos adalah salah satu nama yang patut diwaspadai. Jika ia terus berkembang, Everton mungkin tidak perlu mencari gelandang bertahan baru di pasar transfer. Pertanyaannya sekarang: apakah Moyes berani memberikan kesempatan kepada Matos musim ini, ataukah ia akan tetap bersikap konservatif dan mengandalkan pemain yang lebih berpengalaman?



