Nkunku Pilih Kembali ke Leipzig, Newcastle Tawarkan Harga Terbaik ke Milan
Baca dalam 60 detik
- Masa depan Christopher Nkunku di AC Milan kian jelas: Newcastle United mengajukan tawaran finansial paling menggiurkan, tetapi sang pemain lebih condong kembali ke RB Leipzig.
- Keputusan ini berpotensi mengubah peta persaingan lini depan di Liga Inggris dan Bundesliga, sekaligus memberi sinyal soal strategi transfer klub-klub Eropa di tengah regulasi keuangan yang ketat.
- Jika kesepakatan terwujud, Leipzig akan mendapatkan kembali sosok yang pernah mencetak 70 gol dalam 172 laga, sementara Newcastle harus mencari alternatif lain untuk memperkuat serangan mereka.

Kebuntuan transfer Christopher Nkunku di AC Milan akhirnya menemukan titik terang: Newcastle United mengajukan penawaran terbaik secara finansial, namun sang pemain justru memendam keinginan kuat untuk pulang ke RB Leipzig. Situasi ini menempatkan klub asal Jerman itu dalam posisi tawar yang menarik, meski harus bersaing dengan daya tarik Premier League.
Nkunku, yang diboyong Milan dari Chelsea pada musim panas lalu dengan nilai transfer sekitar €37 juta plus bonus, nyatanya gagal menunjukkan performa impresif. Dalam 35 penampilan kompetitif, ia hanya mencetak delapan gol dan tiga assist. Pelatih anyar Milan, Ruben Amorim, bahkan tidak memasukkan namanya dalam skuad utama musim ini—Nkunku tidak diberi nomor punggung, sebuah sinyal kuat bahwa ia berada di luar rencana.
Menurut laporan Calciomercato dan jurnalis spesialis Milan, Daniele Longo, Newcastle siap menggelontorkan dana sebesar €30 juta untuk menebus pemain internasional Prancis tersebut. Angka ini menjadi tawaran tertinggi yang masuk ke meja manajemen Milan. Namun, preferensi pribadi Nkunku menjadi faktor penentu: ia lebih memilih kembali ke Leipzig, klub yang membesarkan namanya pada periode 2019–2023. Selama berseragam Die Roten Bullen, ia mencetak 70 gol dan 56 assist dalam 172 pertandingan—statistik yang jauh lebih mentereng dibandingkan catatannya di Chelsea maupun Milan.
Keputusan Nkunku untuk menolak pendekatan Galatasaray dan lebih memilih Leipzig menunjukkan bahwa faktor kenyamanan dan kesempatan bermain reguler lebih diutamakan ketimbang gaji atau gengsi liga. Leipzig, yang dikenal sebagai klub pengembangan bakat, bisa menjadi tempat ideal untuk memulihkan performa. Namun, Newcastle yang tengah membangun skuad ambisius di bawah arahan Eddie Howe, tentu tidak akan menyerah begitu saja. Mereka melihat Nkunku sebagai tambahan kualitas di lini serang, terutama setelah kepergian sejumlah pemain kunci.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi cermin bagaimana pasar pemain Eropa bergerak dinamis. Klub-klub seperti Newcastle yang memiliki daya beli kuat sering kali menjadi pesaing berat bagi klub-klub tradisional seperti Leipzig. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pemain, yang kini memegang kendali atas masa depannya. Nkunku, yang pernah menjadi andalan di Bundesliga, tampaknya ingin mengulang kesuksesan tersebut daripada bertahan di liga yang lebih kompetitif namun dengan menit bermain terbatas.
Menurut analis transfer Fabrizio Romano, kontak antara Milan dengan Newcastle dan Leipzig masih berlangsung, namun belum ada kesepakatan final. Kedua klub sama-sama serius, tetapi Leipzig memiliki keunggulan emosional karena Nkunku pernah merasakan atmosfer positif di sana. Jika Leipzig mampu menyamai atau mendekati tawaran Newcastle, bukan tidak mungkin kesepakatan akan tercapai dalam waktu dekat.
Pertanyaan besarnya, mampukah Leipzig bersaing secara finansial dengan Newcastle? Atau akankah Nkunku mengorbankan preferensi pribadinya demi tantangan baru di Inggris? Keputusan ini tidak hanya menentukan masa depan sang pemain, tetapi juga strategi jangka panjang kedua klub. Bagi Milan, hasil negosiasi ini akan memengaruhi ruang fiskal mereka untuk belanja pemain di bursa transfer berikutnya.



