Usain Bolt Daftar ke Klub Veteran Manchester: Karier Sepak Bola Sang Legenda Berlanjut
Baca dalam 60 detik
- Usain Bolt resmi terdaftar sebagai pemain Wythenshawe Vets FC, klub veteran Liga Cheshire, menandai babak baru karier sepak bolanya.
- Klub yang berbasis di Manchester selatan ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya mantan bintang Premier League, menambah daya tarik kompetisi.
- Langkah ini memicu spekulasi tentang dampaknya terhadap popularitas sepak bola veteran di Inggris dan potensi komersialnya.

Usain Bolt, peraih delapan medali emas Olimpiade, kembali mencuri perhatian dunia olahraga. Pria Jamaika berusia 40 tahun itu kini resmi terdaftar sebagai pemain Wythenshawe Vets FC, sebuah klub sepak bola veteran yang berlaga di Divisi Premier Liga Veteran Cheshire, Inggris. Pendaftaran ini terungkap melalui situs resmi Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), menandai langkah terbaru dalam upaya Bolt menekuni karier di lapangan hijau setelah pensiun dari dunia atletik.
Wythenshawe Vets FC, yang berbasis di kawasan selatan Manchester, bukanlah klub sembarangan. Sejak musim lalu, tim untuk pemain di atas 35 tahun ini telah menjadi sorotan karena berhasil mengumpulkan sejumlah mantan pemain Premier League. Musim ini, skuad mereka dihuni nama-nama beken seperti Emile Heskey, Oumar Niasse, Antonio Valencia, Papiss Cisse, Stephen Ireland, Nedum Onuoha, Joleon Lescott, dan Danny Drinkwater. Kehadiran Bolt di tengah para mantan bintang ini tentu semakin meningkatkan profil tim.
Bagi Bolt, sepak bola bukanlah sekadar hobi. Setelah pensiun dari atletik pada 2017, ia serius mencoba peruntungan di dunia si kulit bundar. Pada 2018, ia sempat mencetak dua gol dalam laga uji coba bersama Central Coast Mariners di Liga Australia, dan bahkan menandatangani kontrak dengan klub tersebut setelah menolak tawaran dua tahun dari Valletta, Malta. Namun, petualangannya di Australia hanya bertahan delapan minggu. Kini, dengan bergabung bersama Wythenshawe, Bolt menunjukkan bahwa hasratnya terhadap sepak bola belum padam.
Fenomena ini menarik untuk dicermati, terutama dari perspektif Indonesia. Sepak bola veteran di tanah air, seperti Liga Super Indonesia (LSI) atau kompetisi antaralumni, juga semakin populer. Kehadiran nama-nama besar seperti Bolt di liga veteran Inggris bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan kompetisi serupa di Indonesia, baik dari segi kualitas maupun daya tarik penonton. Selain itu, langkah Bolt juga menunjukkan bahwa sepak bola bisa menjadi wadah bagi atlet pensiunan untuk tetap aktif dan berprestasi.
Menariknya, Wythenshawe Vets FC belum secara resmi mengumumkan pendaftaran Bolt. Pihak klub pun enggan berkomentar saat dihubungi media. Namun, kehadiran Bolt di tim ini tentu akan menjadi magnet tersendiri, baik bagi penggemar yang ingin melihat aksinya maupun bagi media yang meliput. Pertanyaannya, mampukah Bolt menunjukkan performa yang sepadan dengan reputasinya di lintasan? Atau justru ia akan kesulitan bersaing dengan para mantan pemain profesional yang sudah terbiasa dengan kerasnya sepak bola?
Ke depannya, langkah Bolt ini bisa menjadi preseden bagi atlet-atlet pensiunan lain untuk mengeksplorasi karier kedua di cabang olahraga berbeda. Di Indonesia, fenomena serupa bisa terlihat pada atlet yang beralih ke sepak bola atau olahraga lain setelah pensiun. Dengan semakin terbukanya wadah seperti liga veteran, bukan tidak mungkin akan lahir lebih banyak lagi cerita inspiratif. Namun, yang jelas, keputusan Bolt untuk bergabung dengan Wythenshawe Vets FC bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah pernyataan bahwa semangat kompetitifnya masih menyala.



