Kabar Baik dari Sardinia: Trepy Keluar dari ICU, Pelatih Cagliari: 'Dia Seharusnya Jadi Starter'
Baca dalam 60 detik
- Penyerang muda Cagliari, Yael Trepy, telah dipindahkan dari unit perawatan intensif setelah insiden hampir tenggelam di kolam renang.
- Pelatih Fabio Pisacane mengungkapkan bahwa Trepy direncanakan menjadi starter dalam laga pembuka Serie A melawan Parma, namun kini harus digantikan oleh Maldini atau Fazzini.
- Kabar pemulihan Trepy menjadi kelegaan besar di tengah persiapan tim, meski Cagliari juga masih menghadapi ketidakpastian status Sebastiano Esposito.

Yael Trepy, penyerang muda Cagliari, akhirnya dipindahkan dari ruang perawatan intensif setelah mengalami insiden hampir tenggelam di kolam renang. Pelatih Fabio Pisacane mengungkapkan bahwa pemain berusia 20 tahun itu sebenarnya telah dipersiapkan untuk menjadi starter dalam laga pembuka Serie A melawan Parma, Sabtu (17/8) malam WIB.
Trepy, yang merupakan produk akademi Cagliari, sempat menjalani koma buatan untuk mengeluarkan air dari paru-parunya. Namun, kondisinya kini dilaporkan membaik dengan cepat. Ia telah dipindahkan ke ruang perawatan biasa di Rumah Sakit Santissima Annunziata, Sassari, dan masih menjalani observasi ketat. Kabar ini tentu menjadi kelegaan besar bagi skuad Sardinia yang tengah bersiap menghadapi laga perdana mereka di Serie A musim 2024/2025.
Pisacane, dalam konferensi pers jelang laga, menegaskan bahwa timnya sempat dilanda kecemasan mendalam. "Ini bukan minggu yang mudah. Kami mengalami momen-momen mengerikan, tetapi untungnya Yael sadar kembali. Itu kabar terbaik yang bisa kami terima. Dia mengingatkan kami bahwa hidup adalah pertandingan terpenting," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa beratnya beban mental yang dialami tim, sekaligus memperlihatkan solidaritas yang kuat di antara para pemain.
Kehilangan Trepy tentu menjadi pukulan tersendiri. Pemain yang sempat tampil impresif di laga Coppa Italia melawan Arezzo pekan lalu itu diplot sebagai ujung tombak. Namun, Pisacane dengan cepat menyebut dua kandidat pengganti: Daniele Maldini dan Jacopo Fazzini. Keduanya diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Trepy, meski jelas tidak mudah menggantikan pemain yang sedang dalam performa terbaiknya.
Di luar masalah Trepy, Cagliari juga masih disibukkan dengan polemik internal. Sebastiano Esposito, striker yang dipinjam dari Inter Milan, dikabarkan terlibat konflik dengan manajemen klub. Pisacane enggan berkomentar banyak, hanya menyatakan bahwa Esposito "tidak tersedia" dan ia lebih memilih fokus pada pemain yang siap bertanding. Situasi ini menambah daftar pekerjaan rumah bagi pelatih asal Italia tersebut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena mengingatkan pada pentingnya manajemen kesehatan pemain, terutama di tengah padatnya jadwal kompetisi. Kasus Trepy juga menjadi pelajaran bahwa insiden di luar lapangan bisa berdampak besar pada performa tim. Di Indonesia, di mana Liga 1 juga tengah berjalan, kejadian serupa pernah menimpa beberapa pemain, sehingga keselamatan dan kesehatan pemain harus menjadi prioritas utama klub.
Laga melawan Parma sendiri akan menjadi ujian awal bagi Cagliari untuk membuktikan kesiapan mereka. Dengan absennya Trepy dan ketidakjelasan status Esposito, tekanan akan tertuju pada lini serang. Namun, semangat tim yang tengah teruji justru bisa menjadi motivasi ekstra untuk meraih hasil positif di Stadio Tardini.
Ke depan, publik Sardinia tentu berharap Trepy bisa pulih total dan segera kembali merumput. Namun, pertanyaan yang menggantung adalah: akankah Cagliari mampu menjaga konsistensi performa tanpa dua striker utamanya? Atau justru momen ini menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda lainnya? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: nyawa dan kesehatan Trepy jauh lebih berharga daripada sekadar tiga poin.



