Tapsoba Resmi Jadi Kapten Baru Leverkusen, Schick Wakil Kapten
Baca dalam 60 detik
- Bayer Leverkusen menunjuk Edmond Tapsoba sebagai kapten untuk musim 2026/27, menggantikan Robert Andrich.
- Pelatih anyar Carles Martínez menilai Tapsoba sosok yang mampu menyatukan tim, penggemar, dan jajaran pelatih.
- Tapsoba akan memulai tugas kepemimpinannya saat Leverkusen bertandang ke Wehen Wiesbaden di putaran pertama DFB-Pokal.

Bayer Leverkusen resmi menunjuk Edmond Tapsoba sebagai kapten tim untuk musim 2026/27. Bek asal Burkina Faso itu menggantikan Robert Andrich, sementara Patrik Schick ditunjuk sebagai wakil kapten. Keputusan ini diumumkan oleh pelatih baru Leverkusen, Carles Martínez, yang memilih mengubah arah kepemimpinan di dalam skuat.
Martínez, yang baru mengambil alih kursi pelatih, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui diskusi internal bersama tim. "Kami memutuskan pekan ini, dan saya sudah berbicara dengan para pemain. Eddy dan Patrik adalah dua pemain yang sudah lama di klub. Eddy punya koneksi yang baik dengan semua orang—dengan rekan setim, penggemar, dan dengan saya," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemilihan kapten bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi membangun chemistry tim.
Tapsoba, yang bergabung dengan Leverkusen pada 2020 dari Vitória de Guimarães, telah mencatatkan 270 penampilan di semua kompetisi. Ia merupakan bagian penting dari skuat yang meraih gelar Bundesliga tanpa terkalahkan dan DFB-Pokal pada musim 2023/24. Selama berseragam Leverkusen, ia juga menyumbang 13 gol. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Tapsoba bukan hanya pemain bertahan yang solid, tetapi juga memiliki kontribusi ofensif yang tidak bisa diabaikan.
Keputusan Martínez untuk menunjuk Tapsoba sebagai kapten juga mencerminkan kepercayaan terhadap pemain yang telah membuktikan loyalitasnya. Tapsoba dianggap sebagai figur yang mampu menjembatani kebutuhan tim, baik di dalam maupun luar lapangan. "Saya pikir dia pantas mendapatkannya, dan saya sangat senang untuknya," tambah Martínez. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Tapsoba diharapkan bisa menjadi perekat bagi skuat yang sedang dalam masa transisi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perubahan kepemimpinan di klub sebesar Leverkusen selalu menarik untuk disimak. Leverkusen dikenal sebagai klub yang kerap menjadi destinasi pemain Asia Tenggara, meski belum ada pemain Indonesia yang bermain di sana. Namun, gaya bermain dan filosofi klub Jerman sering menjadi referensi bagi pengembangan sepak bola nasional. Kepemimpinan Tapsoba yang tenang dan konsisten bisa menjadi contoh bagaimana seorang pemain bertahan bisa memimpin tim besar.
Tapsoba akan memakai ban kapten untuk pertama kalinya saat Leverkusen memulai musim dengan bertandang ke Wehen Wiesbaden pada putaran pertama DFB-Pokal, Sabtu (1/8) pukul 13.00 CEST. Seminggu kemudian, mereka akan melakoni laga perdana Bundesliga melawan Elversberg. Dua pertandingan awal ini akan menjadi ujian awal bagi kepemimpinan Tapsoba dan strategi Martínez.
Dengan perubahan kapten ini, Leverkusen tampaknya ingin membangun fondasi baru di bawah arahan pelatih anyar. Pertanyaannya, akankah Tapsoba mampu membawa Leverkusen mempertahankan performa impresif mereka, atau justru tekanan sebagai kapten akan memengaruhi permainannya? Musim 2026/27 akan menjadi jawabannya.



