Gratis Kirim Bantuan ke NTT: Pelni dan Pelindo Buka Posko di Makassar, Begini Cara Aksesnya
Baca dalam 60 detik
- Pelni Makassar bersama Pelindo membuka layanan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa biaya untuk korban gempa NTT, berlaku umum bagi lembaga maupun perorangan.
- Tiga titik pengumpulan disiapkan di Pelabuhan Makassar, dengan distribusi menggunakan kapal Pelni yang melayani rute ke NTT.
- Langkah ini mempercepat penyaluran bantuan di tengah meningkatnya kebutuhan korban, sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi perusahaan dan komunitas.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Makassar bersama PT Pelindo membuka layanan pengiriman bantuan logistik secara gratis bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Layanan ini berlaku untuk umum, sehingga lembaga maupun individu yang ingin menyalurkan bantuan tidak akan dikenakan biaya apa pun.
Kepala Cabang Pelni Makassar, Ridwan Mandaliko, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk menghilangkan hambatan logistik yang kerap menjadi kendala dalam penyaluran bantuan kemanusiaan. "Masyarakat atau lembaga cukup menyerahkan bantuan ke posko yang telah disiapkan, selanjutnya akan diangkut menggunakan kapal Pelni yang melayani rute menuju NTT," ujarnya di Pelabuhan Makassar, Jumat (21/8/2026).
Setidaknya ada tiga titik penerimaan bantuan yang disiapkan di Makassar: posko di area Pelindo, Kantor Cabang Pelni Makassar, dan posko terpadu di terminal penumpang. Keberadaan posko ini diharapkan memudahkan akses bagi berbagai pihak, mulai dari organisasi kemanusiaan, komunitas, hingga perusahaan yang ingin berkontribusi. Langkah ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Pelni, Pelindo, dan pemangku kepentingan pelabuhan untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Sebelumnya, Pelni Group telah mengirimkan bantuan melalui KM Tidar yang berangkat dari Makassar pada 18 Agustus 2026. Kapal tersebut membawa 281 koli bantuan yang terdiri dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelni serta dukungan anak perusahaan, seperti PT Sarana Bandar Nasional dan PT Pelita Indonesia Djaya. Bantuan yang diangkut meliputi makanan, sembako, pakaian, obat-obatan, perlengkapan bayi, hingga perlengkapan sekolah.
KM Tidar sendiri melayani rute yang menghubungkan Makassar, Bau-Bau, Maumere, Larantuka, Lewoleba, hingga Kupang. Pada pemberangkatan sebelumnya dari Surabaya, kapal yang sama juga mengangkut sekitar 200 koli bantuan yang didominasi sembako dan kebutuhan pokok. Selain KM Tidar, Pelni menyiapkan kapal-kapal lain seperti KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Tilongkabila, KM Wilis, dan KM Awu untuk memperluas jangkauan distribusi bantuan ke lebih banyak wilayah di NTT.
Bantuan melalui jalur laut ini menjadi krusial mengingat kebutuhan masyarakat terdampak yang terus meningkat. Pelni membuka ruang kolaborasi bagi perusahaan, lembaga, dan komunitas untuk menyalurkan bantuan melalui jaringan pelayarannya. Dengan dukungan armada yang ada, distribusi bantuan diharapkan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses melalui jalur darat.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di luar Makassar, inisiatif ini menunjukkan pentingnya sinergi antara BUMN dan sektor swasta dalam respons bencana. Ke depan, pertanyaannya adalah apakah model kolaborasi seperti ini dapat direplikasi di daerah lain yang rawan bencana, dan seberapa cepat mekanisme serupa dapat diaktifkan saat darurat terjadi.



