Kemenangan Tipis Rangers atas Jablonec: Investasi Besar, Performa Pas-pasan
Baca dalam 60 detik
- Rangers menang 1-0 atas Jablonec di leg pertama play-off Conference League, tetapi performa tim jauh dari meyakinkan.
- Investasi besar pemilik baru belum berbuah hasil sepadan; kekuatan tim masih dipertanyakan.
- Kartu merah Cammy Devlin menambah daftar masalah, sementara pelatih Derek McInnes masih mencari formula terbaik.

Glasgow Rangers mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Jablonec pada leg pertama play-off Conference League di Ibrox, Kamis dini hari WIB. Namun, di balik hasil tersebut, penampilan tim asuhan Derek McInnes jauh dari kata meyakinkan, memicu pertanyaan besar tentang efektivitas belanja besar-besaran yang dilakukan pemilik baru klub.
Gol semata wayang Ryan Naderi menjadi penentu kemenangan, namun prosesnya terasa pahit. Sepanjang laga, Rangers kesulitan membongkar pertahanan Jablonec yang tampil disiplin. Alih-alih menunjukkan kualitas individu, mereka justru mengandalkan kerja keras dan umpan-umpan yang mudah dibaca. Ketidakmampuan menciptakan peluang bersih membuat para pendukung di tribun frustrasi, bahkan sebagian meninggalkan stadion lebih awal.
Kartu merah yang diterima Cammy Devlin pada menit-menit akhir menambah catatan buruk. Gelandang yang didatangkan untuk memperkokoh lini tengah itu melakukan pelanggaran keras yang tidak perlu, memaksa timnya bermain dengan sepuluh orang. Meski Jablonec tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, insiden ini menyoroti masalah disiplin yang masih menghantui skuat asuhan McInnes.
Perbandingan dengan rival abadi, Celtic, semakin mencolok. Sehari sebelumnya, Celtic tampil impresif dengan permainan cepat dan penuh kreativitas. Pemain seperti Camilo Duran yang dibanderol sekitar ยฃ5-6 juta mampu memberikan dampak signifikan, sementara di kubu Rangers, belum ada pemain dengan kualitas serupa. Pertanyaan pun muncul: di mana gerangan pemain-pemain yang bisa menjadi pembeda? Nico Raskin, salah satu gelandang andalan, bahkan hanya menjadi penonton di bangku cadangan karena cedera ringan, di tengah rumor ketertarikan Fenerbahce.
Derek McInnes, pelatih berpengalaman, mengakui timnya belum tampil cerdas. Ia masih terus mencari komposisi terbaik dari sekian banyak pemain anyar. Namun, tekanan semakin besar mengingat Celtic berpotensi menambah kekuatan dengan dana Liga Champions yang bisa mencapai ยฃ40 juta. Jika Rangers tidak segera menemukan ritme permainan, jarak kualitas dengan Celtic akan semakin melebar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi Rangers ini menarik untuk dicermati. Fenomena klub dengan belanja besar namun performa belum sepadan kerap terjadi, termasuk di Liga 1. Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya membangun skuat secara bertahap, bukan sekadar membeli banyak pemain. Keseimbangan antara rekrutan baru dan pemain yang sudah ada, serta filosofi permainan yang jelas, menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Leg kedua di kandang Jablonec akan menjadi ujian sesungguhnya. Mampukah Rangers mempertahankan keunggulan dan melaju ke fase grup? Atau justru tersingkir secara memalukan? Pertanyaan ini akan terjawab dalam beberapa hari ke depan, dan tekanan akan semakin besar jika hasilnya tidak sesuai harapan.



