Finale Lanterns: John Stewart Ciptakan Green Lantern Baru dengan Kekuatan Rasa Takut
Baca dalam 60 detik
- John Stewart resmi menggunakan lentera tempaan Sinestro dan mengucapkan sumpah unik yang berbeda dari Korps Green Lantern.
- Keputusan ini membuka jalan bagi kemunculan Parallax, entitas rasa takut yang dalam komik pernah menguasai Hal Jordan.
- Showrunner Tom King menegaskan John kini bukan lagi Green Lantern konvensional karena telah memilih jalannya sendiri.

Episode pamungkas serial Lanterns di HBO menghadirkan momen krusial bagi John Stewart (Aaron Pierre): ia menerima kekuatan super, tetapi sumber energinya berasal dari lentera yang ditempa musuh bebuyutan Green Lantern, Sinestro (Ulrich Thomsen). Alih-alih memakai cincin hijau standar, John mengisi ulang cincinnya dengan lentera yang mengandung unsur kuning—simbol rasa takut—sebuah langkah yang berpotensi mengubah arah cerita DC Universe ke depan.
Dalam episode berjudul "Dirt and Stars", Sinestro menciptakan lentera baru di planet asal Antaan. Planet itu tercemar oleh senjata Manhunter bernama Zoe (Poorna Jagannathan) yang memapar penduduk dengan ketakutan terdalam hingga mendorong mereka pada tindakan bunuh diri. Kontaminasi emosional itulah yang kemudian mewarnai lentera dengan garis-garis kuning. "Korps Lantern menganggap rasa takut itu kelemahan," ujar Sinestro dalam adegan. "Mereka salah besar. Jika dikendalikan dengan benar, rasa takut bisa menjadi kekuatan paling dahsyat di alam semesta. Rasa takut adalah kecerdasan evolusioner."
Peringatan datang dari Halogram yang meminta John tidak memakai lentera tersebut untuk mengisi daya cincinnya. Namun di penghujung episode, John tetap melakukannya sambil melafalkan sumpah versinya sendiri: "In brightest day, in darkest night, I embrace my fear, I'll do what's right. I choose this ring, I choose this fight, in service to this lantern's light." Sumpah ini secara struktur mengingatkan pada ikrar para pengikut Sinestro Corps yang berbunyi, "In blackest day, in brightest night, beware your fears made into light."
Dalam komik Green Lantern, Parallax—perwujudan kosmik rasa takut yang juga dijuluki "the yellow impurity"—pernah dipenjara di Central Power Battery di Oa oleh Guardians of the Universe. Entitas ini kemudian merasuki Hal Jordan dan membuatnya membunuh sebagian besar Green Lantern lain. Guardians menyembunyikan keberadaan Parallax, sama seperti mereka merahasiakan proyek Manhunter. Zoe, yang selamat dari pemusnahan Manhunter, kemungkinan tidak sepenuhnya dikendalikan karena terkontaminasi Parallax—dan kemudian melepaskan entitas itu ke planet Antaan. Serial Lanterns memang belum menyebut nama Parallax, tetapi penulis tampaknya menyiapkan villain utama untuk musim kedua.
"John bukan lagi 100% Green Lantern. Dia memiliki lentera yang mengandung sedikit kuning, sedikit rasa takut. Ini lentera tak resmi. Dia tidak mengucapkan sumpah yang sama karena dia tidak seperti Green Lantern lainnya. Ini ciptaan yang benar-benar unik, bukan diberikan atau dipilihkan untuknya, melainkan dia pilih sendiri." — Tom King, co-showrunner Lanterns
Tom King dalam konferensi pers virtual mengonfirmasi bahwa sumpah John terinspirasi dari run Green Lantern karya Geoff Johns, yang memperkenalkan Sinestro Corps dan berbagai organisasi berbasis spektrum warna. King menegaskan posisi John kini berada di luar korps arus utama. Ia menolak otoritas Guardians dan merangkul rasa takut alih-alih berusaha tanpa rasa takut—sebuah jalur yang secara tematik mendekatkan John pada Sinestro.
Yang menarik, John juga memperlihatkan kekuatan yang biasanya dimiliki Kyle Rayner, penerus Hal Jordan yang pernah menjadi inang Ion, manifestasi energi kehendak hijau. Dalam beberapa kesempatan, John mampu mempertahankan konstruksi burung dan koneksi ke Halogram meski tidak lagi mengenakan cincin—kemampuan khas Kyle. Jika penulis menggabungkan elemen Kyle ke dalam John, maka risiko John dikuasai Parallax menjadi lebih besar. Sinestro sendiri masih terperangkap di Antaan dan kemungkinan akan menempa cincin kuning pertamanya, menandai kelahiran Yellow Lantern. Namun ancaman terbesar justru bisa datang dari John jika ia jatuh ke dalam pengaruh the yellow impurity.
Bagi penonton Indonesia, finale ini menegaskan bahwa jagat superhero DC di layar kaca mulai bergerak ke arah yang lebih gelap dan berlapis. Pertanyaan besarnya: apakah John Stewart akan menjadi pahlawan tragis yang mengendalikan rasa takut, atau justru menjadi ancaman berikutnya bagi DC Universe? Jawabannya kemungkinan besar baru akan terungkap jika HBO memperbarui Lanterns untuk musim kedua.



