Krisis Lini Depan Atletico: Absennya Julian Alvarez Jadi Pekerjaan Rumah Simeone
Baca dalam 60 detik
- Atletico Madrid menang 2-0 atas Malaga, namun performa lini depan tanpa Julian Alvarez dinilai tumpul.
- Alvarez ingin pindah ke Barcelona, sementara Atletico bersikeras mempertahankannya hingga bursa transfer ditutup.
- Keputusan akhir soal masa depan Alvarez akan sangat menentukan konsistensi Atletico di LaLiga musim ini.

Atletico Madrid memetik kemenangan perdana di LaLiga musim 2025/2026 dengan skor 2-0 atas Malaga, Rabu (19/8) dini hari WIB. Namun, di balik tiga poin tersebut, tersimpan kegelisahan yang dalam: lini serang mereka tampil pucat tanpa kehadiran Julian Alvarez, striker yang tengah ngotot hengkang ke Barcelona.
Dua gol kemenangan Atletico lahir dari momen kelas dunia. Lee Kang-in, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, melepaskan tembakan melengkung dari sisi kanan yang bersarang di pojok atas gawang Malaga pada menit ke-58. Tak lama berselang, Alex Baena memastikan kemenangan lewat eksekusi tendangan bebas yang indah. Dua kilatan kualitas itu, sayangnya, menutupi fakta bahwa permainan menyerang Atletico secara keseluruhan berjalan pincang.
Pelatih Diego Simeone tentu tak bisa menutup mata. Tanpa Alvarez, yang tidak dimainkan karena dianggap belum siap secara fisik pasca-Piala Dunia, Atletico kehilangan ketajaman di lini depan. Kondisi ini diperparah dengan kepergian Antoine Griezmann ke Major League Soccer dan cedera otot yang membekap Alexander Sorloth. Alhasil, Ademola Lookman yang berposisi asli sebagai winger harus dipaksa menjadi ujung tombak.
Alvarez sendiri telah berulang kali menyatakan keinginannya bergabung dengan Barcelona. Saat membela Timnas Argentina di Piala Dunia 2025, ia bahkan mengungkapkan bahwa pindah ke Camp Nou adalah "impian" yang ingin diwujudkan. Barcelona, yang tengah mencari pengganti Robert Lewandowski, menilai Alvarez sebagai sosok yang tepat. Namun, Atletico bersikukuh mempertahankan pemain berusia 26 tahun itu, dan Simeone menegaskan bahwa Alvarez tidak akan dimainkan sampai ia mencapai level yang diharapkan.
Kebuntuan negosiasi ini menjadi bayang-bayang yang membayangi ruang ganti Atletico. Hingga bursa transfer ditutup, spekulasi masa depan Alvarez akan terus bergulir dan berpotensi mengganggu fokus tim. Padahal, jadwal Atletico ke depan tidak mudah. Akhir pekan ini mereka akan menjamu Villarreal, dan seterusnya, persaingan di papan atas LaLiga akan semakin ketat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk disimak karena menyangkut salah satu bintang muda Amerika Selatan yang kerap menjadi sorotan. Keputusan akhir Alvarez akan berdampak tidak hanya pada performa Atletico, tetapi juga pada peta kekuatan LaLiga musim ini. Apakah ia akan bertahan dan kembali menjadi andalan Simeone, atau justru pindah ke Barcelona dan membentuk duet mematikan dengan pemain-pemain muda Blaugrana? Hingga 1 September, semua masih mungkin terjadi.



