Buru Penyerang Baru, Tottenham Disarankan Pilih Pedro Neto daripada Savinho
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur masih mencari tambahan amunisi lini depan jelang penutupan bursa transfer, dengan Pedro Neto disebut sebagai opsi yang lebih menjanjikan daripada Savinho.
- Savinho dianggap kurang produktif dalam hal mencetak gol, hanya membukukan tujuh gol dalam 84 penampilan bersama Manchester City, sehingga banderol £85 juta dinilai terlalu mahal.
- Pedro Neto, yang kini berusia 26 tahun, menawarkan konsistensi dan kontribusi gol yang lebih baik, dengan catatan sembilan gol dan sepuluh assist pada musim lalu, meski Chelsea membanderolnya £100 juta.

Jelang penutupan bursa transfer musim panas, Tottenham Hotspur masih belum tuntas melengkapi skuad. Meski Roberto De Zerbi telah bergerak cepat di awal jendela, lini serang The Lilywhites dinilai masih membutuhkan sosok yang lebih matang dan terbukti. Dua nama mencuat sebagai kandidat utama: Savinho dari Manchester City dan Pedro Neto dari Chelsea. Namun, analisis mendalam menunjukkan bahwa mantan pemain Wolverhampton itu justru menjadi pilihan yang lebih rasional dibandingkan pemain Brasil yang masih muda.
Dalam beberapa pekan terakhir, Spurs memang dikaitkan dengan sejumlah penyerang. Mathys Tel dan Mikey Moore sempat tampil impresif saat melawan Hoffenheim, namun Moore akan dipinjamkan dan Tel masih inkonsisten. De Zerbi pun dilaporkan menginginkan tambahan pemain sayap yang lebih matang. Cody Gakpo dari Liverpool juga sempat disebut, tetapi fokus utama kini tertuju pada dua nama: Savinho dan Neto.
Savinho, yang baru berusia 22 tahun, memang memiliki talenta mentereng. Pada musim 2024/25, ia mencatatkan 13 assist di semua kompetisi dan rata-rata 1,6 key pass per laga di Premier League—hanya kalah dari Kevin De Bruyne di Manchester City. Ia juga termasuk dalam 1% pemain sayap terbaik di Eropa untuk progressive carries. Namun, di balik kreativitasnya, ada kelemahan mencolok: produktivitas gol yang rendah. Sepanjang 84 penampilan bersama The Citizens, ia baru mencetak tujuh gol, dan hanya empat gol di musim 2025/26. Dengan banderol yang dilaporkan mencapai £85 juta, angka itu terasa berlebihan untuk pemain yang belum terbukti sebagai ancaman ganda.
Di sisi lain, Pedro Neto justru menawarkan paket yang lebih lengkap. Pemain asal Portugal ini telah malang melintang di level tertinggi sejak lama. Pada awal musim 2023/24 saat masih di Wolves, ia menciptakan lebih banyak peluang daripada Bukayo Saka, Mohamed Salah, dan Phil Foden. Jose Mourinho bahkan pernah menyebutnya sebagai salah satu winger terbaik dunia. Musim lalu, Neto mencetak sembilan gol dalam 50 pertandingan, dan musim ini ia menambah sepuluh gol serta sepuluh assist untuk Chelsea. Meski tidak seefisien Savinho dalam membawa bola, Neto lebih unggul dalam dribel dan disiplin bertahan. Xabi Alonso bahkan sempat memainkannya sebagai wing-back kanan di pramusim, menunjukkan kepercayaan pada kemampuan defensifnya.
Keputusan Spurs untuk memprioritaskan Savinho dan Gakpo memang masuk akal, tetapi Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa Neto adalah opsi cadangan jika dua nama tersebut gagal. Dalam kanal YouTube-nya, Romano menyatakan, "Kemungkinan untuk Tottenham adalah Pedro Neto. Saya terus katakan Savinho dan Gakpo plus striker tengah. Itu ide untuk Tottenham. Neto ada di sana jika terjadi sesuatu dengan Savinho dan Gakpo. Dia bukan prioritas utama." Namun, melihat kebutuhan Spurs akan gol, Neto justru bisa menjadi solusi yang lebih tepat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan pemain di bursa transfer Inggris selalu menarik untuk diikuti. Tottenham, yang memiliki basis penggemar besar di Asia Tenggara, kerap menjadi sorotan. Jika Spurs akhirnya merekrut Neto, hal itu bisa meningkatkan daya saing mereka di Premier League dan kompetisi Eropa. Namun, dengan harga £100 juta, Spurs harus berpikir dua kali. Apakah investasi sebesar itu sepadan untuk pemain yang belum tentu menjadi starter tetap? Atau lebih baik mengalokasikan dana untuk posisi lain yang lebih mendesak?
Ke depannya, keputusan Tottenham dalam dua pekan terakhir bursa transfer akan menentukan arah musim mereka. Apakah mereka akan berani mengambil risiko dengan Savinho yang masih mentah, atau memilih Neto yang lebih matang dan siap bersaing? Satu hal yang pasti: De Zerbi butuh pemain yang bisa langsung berkontribusi, dan dari data yang ada, Neto adalah jawabannya.



