Ronaldo dan Georgina Gelar Pernikahan Kedua: Mewah di Masa Depan, Intim untuk Kenangan Abadi
Baca dalam 60 detik
- Pasangan Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez telah melangsungkan pernikahan sakral secara privat di kediaman Portugal, tepat di hari jadi pertama mereka bertemu.
- Rencana pernikahan besar dengan undangan keluarga dan sahabat masih akan digelar, namun momen intim ini dinilai lebih berkesan bagi keduanya.
- Keputusan ini mencerminkan pergeseran tren pernikahan selebritas global yang mulai mengutamakan privasi dan nilai emosional di tengah hiruk-pikuk industri hiburan.

Pasangan Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez resmi mengikat janji suci dalam sebuah upacara kecil yang khidmat di ruang keluarga kediaman mereka di Portugal, 11 Agustus lalu. Momen yang sengaja dipilih bertepatan dengan satu dekade pertemuan pertama mereka di butik Gucci, Madrid, ini menjadi fondasi dari rencana perayaan yang jauh lebih megah di kemudian hari.
Keputusan untuk menikah secara privat, hanya dihadiri kelima anak mereka, bukan tanpa alasan. Georgina, dalam wawancara dengan majalah Vogue, mengungkapkan bahwa tahun ini adalah periode yang padat dengan kompetisi, pekerjaan, dan urusan keluarga. Alih-alih menunda momen sakral, mereka memilih untuk mengutamakan esensi pernikahan itu sendiri: cinta dan kebersamaan. "Kami akan mengadakan pernikahan besar di masa depan untuk merayakan bersama keluarga dan teman-teman," ujarnya, menegaskan bahwa pesta megah hanyalah pelengkap, bukan tujuan utama.
Pernikahan ini menjadi kontras yang menarik dengan gaya hidup mewah yang biasa mereka tampilkan. Georgina, yang kerap tampil glamor, justru mengaku mendambakan sesuatu yang sederhana. "Saat kecil, saya membayangkan kastil terbesar, kereta terpanjang, gaun terpanjang, dan mahkota berlian. Tapi sekarang, saya justru menginginkan sesuatu yang intim, bersama pasangan dan anak-anak, di rumah," tuturnya. Baginya, kemewahan seperti kastil, pulau, atau mobil mewah sudah menjadi keseharian, sehingga keintiman justru menjadi hal yang langka dan berharga.
Pilihan untuk menggelar upacara di ruang keluarga, tempat mereka biasa menghabiskan waktu bersama, sarat makna. Georgina berharap anak-anaknya kelak mengingat bahwa di meja itulah orang tua mereka mengucapkan janji sehidup semati. "Dalam 30 tahun, saya ingin anak-anak berpikir bahwa sesuatu yang indah terjadi di meja ini," katanya. Meski demikian, Ronaldo dengan nada bercanda menimpali, "Mungkin mejanya akan diganti, dekorasinya mungkin berubah." Setelah upacara, keluarga kecil itu melanjutkan perjalanan ke Tempat Ziarah Our Lady of Fatima, sekitar satu jam dari kediaman, untuk menerima pemberkatan dari seorang pastor di kapel kecil yang ditutup khusus untuk mereka. Ronaldo, yang dikenal menjaga privasi, mengaku lebih nyaman menghindari keramaian.
Georgina mengaku tidak dapat menahan air mata haru saat upacara berlangsung. "Persis seperti yang saya bayangkan. Intim, penuh cinta, dan keluarga menjadi pemeran utama," kenangnya. Ia juga merasakan kedamaian yang sulit digambarkan saat mengunjungi Kapel Our Lady of Sorrows di tempat ziarah tersebut, sebuah pengalaman spiritual yang melengkapi kebahagiaannya. "Saya tidak butuh apa-apa lagi: suami, anak-anak, rumah, iman, dan cinta kami," tutupnya.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap lapangan hijau dan sorot kamera, Ronaldo tetaplah seorang suami dan ayah yang mendambakan ketenangan. Fenomena ini juga mencerminkan tren pergeseran nilai di kalangan selebritas global, di mana privasi dan momen bermakna mulai diutamakan daripada sekadar pesta mewah. Pertanyaannya, akankah pernikahan besar yang dijanjikan itu kelak menjadi pesta paling spektakuler yang pernah ada, atau justru tetap mempertahankan keintiman yang menjadi ciri khas mereka?



