Arsenal Hancurkan Manchester City 3-0: Odegaard Bintang, Haaland Gagal Total
Baca dalam 60 detik
- Arsenal memastikan trofi Community Shield dengan kemenangan telak 3-0 atas Manchester City, berkat gol cepat Calafiori, Havertz, dan Odegaard.
- Martin Odegaard tampil impresif dengan satu gol dan satu assist, menunjukkan peran vitalnya sebagai kapten dan kreator serangan.
- Erling Haaland dan Phil Foden gagal bersinar, memicu pertanyaan tentang kesiapan Manchester City menghadapi musim baru.

Arsenal mengawali musim dengan gemilang setelah menaklukkan Manchester City 3-0 pada laga Community Shield di Principality Stadium, Minggu (10/8). Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan status Arsenal sebagai juara bertahan Premier League, tetapi juga mengirim sinyal peringatan dini bagi para pesaingnya. Gol cepat Riccardo Calafiori pada detik-detik awal pertandingan menjadi pembuka pesta gol The Gunners, disusul sundulan Kai Havertz dan penyelesaian apik Martin Odegaard setelah jeda.
Sejak peluit awal, Arsenal tampil dominan. Calafiori, bek kiri asal Italia, membuka skor kurang dari satu menit setelah kick-off, memanfaatkan umpan terobosan Myles Lewis-Skelly. Gol ini menjadi yang pertama bagi Calafiori sejak Agustus 2025, dan langsung menegaskan peran pentingnya dalam skema serangan Arsenal. Keunggulan cepat ini memaksa Manchester City keluar dari zona nyaman, tetapi mereka justru semakin tertekan oleh pressing tinggi dan penguasaan bola Arsenal.
Kai Havertz menggandakan keunggulan pada menit ke-30 melalui sundulan jarak dekat, memanfaatkan umpan silang dari Odegaard. Kapten Arsenal itu tampil luar biasa sepanjang laga, tidak hanya mencetak gol ketiga pada awal babak kedua, tetapi juga menjadi motor serangan dengan umpan-umpan terobosannya. Odegaard, yang musim lalu lebih sering bermain aman, kali ini menunjukkan agresivitas dengan lebih banyak umpan ke depan, sebuah evolusi yang bisa menjadi kunci Arsenal musim ini.
Di kubu Manchester City, penampilan mereka jauh dari kata memuaskan. Erling Haaland, yang biasanya menjadi momok bagi pertahanan lawan, hanya mampu melepaskan satu tembakan ke arah gawang sebelum ditarik keluar pada menit ke-53. Phil Foden, yang diharapkan menjadi kreator serangan, juga gagal memberikan dampak signifikan. Gelandang baru Elliot Anderson, yang baru bergabung setelah Piala Dunia, masih kesulitan menemukan ritme permainan. Kegagalan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Enzo Maresca menjelang dimulainya Premier League.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kemenangan ini menegaskan bahwa persaingan papan atas Inggris semakin ketat. Arsenal, yang musim lalu nyaris merebut gelar, kini tampil lebih matang dengan tambahan pemain seperti Bruno Guimaraes dan Christos Tzolis. Sementara itu, Manchester City yang kehilangan beberapa pemain kunci, tampak belum menemukan bentuk terbaiknya. Pertanyaan besarnya adalah: apakah ini awal dari pergeseran kekuatan di Premier League, atau hanya kebetulan belaka?
Menilik performa individu, beberapa pemain Arsenal layak mendapat sorotan. Gabriel Magalhaes tampil solid di lini belakang, berhasil mematikan pergerakan Haaland. Sementara itu, Lewis-Skelly kembali menunjukkan kematangan yang luar biasa di usia mudanya, baik dalam bertahan maupun menyerang. Di sisi lain, Manchester City harus segera berbenah, terutama di lini tengah yang mudah ditembus. Keputusan Maresca untuk menarik keluar Doku dan Anderson di babak pertama menunjukkan ketidakpuasannya terhadap performa tim.
Dengan trofi Community Shield di tangan, Arsenal kini mengalihkan fokus ke Premier League. Pertanyaan yang menggantung: mampukah mereka mempertahankan gelar juara? Atau justru Manchester City yang akan bangkit dan merebut kembali tahta? Musim baru akan segera menjawabnya.



