Pramono Janji Benahi Anak Kali Krukut Tanpa Gusur, Target Rampung 2028
Baca dalam 60 detik
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penataan kawasan Anak Kali Krukut selesai pada 2028, mencakup pembangunan turap, MCK, dan penghijauan sepanjang 2,3 kilometer.
- Meski menegaskan tidak akan menggusur, Pramono membuka peluang penetapan lokasi (penlok) jika penataan parsial dianggap tidak efektif.
- Keberhasilan program ini bergantung pada perubahan perilaku warga agar tidak membuang sampah ke sungai, yang menjadi penyebab utama pendangkalan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan penataan kawasan Anak Kali Krukut di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan tuntas pada 2028. Ia menyampaikan komitmen itu saat meninjau pengerukan sungai, Senin (28/9), dengan menekankan bahwa penanganan tidak bisa lagi dilakukan secara tambal sulam.
Pramono mengungkapkan bahwa sungai sepanjang 2,3 kilometer tersebut sudah hampir 60 tahun tidak pernah dikeruk. Karena itu, ia menilai pengerukan saja tidak cukup untuk mencegah pendangkalan kembali. "Penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar untuk menggali, karena saya melihat kalau ini hanya digali, pasti nanti akan kembali," ujarnya.
Penataan yang akan dimulai awal 2027 itu mencakup pembangunan turap di kedua sisi sungai, penyediaan fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK) yang selama ini masih parsial, serta penghijauan di sepanjang bantaran. Pramono berharap kawasan tersebut berubah signifikan pada pertengahan atau akhir 2028.
Meski menegaskan tidak akan menggusur warga yang telah lama tinggal dan mencari nafkah di sekitar, Pramono tidak menutup kemungkinan adanya penetapan lokasi (penlok) jika penataan parsial dinilai tidak mencukupi. "Kalau memang harus dikeluarkan penlok untuk melakukan penataan kawasan, saya sebagai gubernur mendorong untuk dilakukan itu," tegasnya. Pernyataan ini memunculkan tanda tanya soal kepastian hunian warga di bantaran.
Selain infrastruktur, Pramono menyoroti kebiasaan membuang sampah ke sungai. Ia mengingatkan bahwa perbaikan fisik akan sia-sia jika perilaku tersebut berlanjut. "Percuma kita lakukan perbaikan kalau kemudian habit atau tabiat membuang sampah di sungai itu masih ada," ujarnya.
Kali Krukut sendiri adalah sungai sepanjang sekitar 31 kilometer yang berhulu di Situ Citayam, Depok, dan bermuara di Teluk Jakarta. Sungai ini melintasi Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, hingga Jakarta Utara. Luapannya kerap menyebabkan banjir di kawasan Kemang, Cilandak, dan Tanah Abang. Banjir Kanal Barat menjadi salah satu pengendali limpasan airnya.
Penataan Anak Kali Krukut menjadi ujian bagi Pramono dalam menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dan perlindungan sosial. Jika penlok benar-benar diterapkan, pemerintah harus menyiapkan skema relokasi yang manusiawi. Sebaliknya, tanpa penataan menyeluruh, banjir langganan di Jakarta berpotensi terus berulang. Publik akan menantikan apakah target 2028 dapat direalisasikan tanpa menimbulkan gejolak sosial.



