Cedera Saliba Buka Peluang: Arsenal Pertimbangkan Marc Pubill sebagai Alternatif Konsa
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengincar bek tengah baru setelah William Saliba cedera punggung, dengan Ezri Konsa dan Marc Pubill sebagai kandidat utama.
- Konsa dihargai ยฃ60 juta oleh Aston Villa, sementara Pubill dari Atletico Madrid dinilai lebih prospektif dengan banderol sekitar ยฃ68 juta.
- Keputusan transfer ini akan menentukan kedalaman skuad Arsenal di awal musim, sekaligus menjadi sinyal ambisi klub di bursa transfer.

Cederanya William Saliba di awal musim memaksa Arsenal bergerak cepat di bursa transfer. Bek andalan asal Prancis itu dipastikan absen beberapa bulan, meninggalkan lubang besar di lini pertahanan The Gunners. Manajer Mikel Arteta pun dihadapkan pada dilema: merekrut pemain berpengalaman atau mempercayai talenta muda yang sudah ada.
Kabar cedera Saliba tentu menjadi pukulan telak bagi Arsenal. Musim lalu, duet Saliba dan Gabriel Magalhaes menjadi fondasi kokoh di balik keberhasilan mereka bersaing di papan atas Premier League. Tanpa Saliba, lini belakang Arsenal kehilangan sosok yang dianggap sebagai jangkar pertahanan. Situasi ini diperparah dengan cedera Jurrien Timber yang masih dalam masa pemulihan, membuat Ben White menjadi satu-satunya bek kanan senior yang tersedia.
Untuk menambal lubang tersebut, Arsenal dikabarkan telah mengajukan tawaran untuk Ezri Konsa dari Aston Villa. Namun, nilai transfer yang diminta Villa, sekitar ยฃ60 juta, dinilai terlalu mahal untuk pemain berusia 28 tahun yang hanya akan menjadi solusi jangka pendek. Apalagi, performa Konsa di Piala Dunia 2022 bersama Timnas Inggris dianggap kurang meyakinkan, sehingga sebagian suporter meragukan keputusan merekrutnya.
Alternatif lain yang mulai mencuat adalah Marc Pubill, bek muda Atletico Madrid berusia 23 tahun. Nama Pubill memang belum setenar Konsa, tetapi kemampuannya dianggap lebih menjanjikan. Analis sepak bola Spencer Mossman bahkan menyebut Pubill sebagai salah satu bek tengah U-23 terbaik di Eropa. Keunggulannya dalam duel udara, yang menempatkannya di 4% teratas pemain sejenis di liga-liga top Eropa, menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, Pubill juga bisa bermain sebagai bek kanan, memberikan fleksibilitas taktis bagi Arteta.
Menurut jurnalis transfer Fabrizio Romano, Arsenal telah melakukan kontak dengan Atletico Madrid untuk menanyakan harga Pubill. Meski klub asal Spanyol itu ingin mempertahankan pemainnya, peluang transfer tetap terbuka jika Arsenal serius mengejar. Romano juga mengungkapkan bahwa Arsenal dipastikan akan mendatangkan bek tengah baru, dengan Konsa dan Pubill sebagai dua nama utama.
Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer, muncul nama Marli Salmon, bek muda berusia 16 tahun yang tampil menonjol di laga pramusim melawan Como. Salmon dinilai memiliki potensi besar, bahkan Arteta memujinya sebagai pemain yang cerdas dan cepat beradaptasi. Namun, mengandalkan pemain semuda itu untuk mengisi posisi penting di awal musim tentu berisiko. Arsenal tetap membutuhkan pemain berpengalaman untuk menjaga stabilitas pertahanan.
Keputusan Arsenal dalam bursa transfer ini tidak hanya berdampak pada performa tim di lapangan, tetapi juga menjadi sinyal bagi para pesaing di Premier League. Kegagalan mendatangkan pemain yang tepat bisa membuat Arsenal tertinggal dalam perburuan gelar. Sebaliknya, jika berhasil merekrut Pubill atau pemain berkualitas lainnya, mereka bisa keluar dari krisis ini dengan skuad yang lebih kuat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk disimak karena Arsenal memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Keputusan transfer yang diambil klub London Utara tersebut akan selalu menjadi sorotan, baik di media sosial maupun komunitas penggemar. Pertanyaannya, akankah Arsenal berani mengeluarkan dana besar untuk Pubill, atau memilih opsi yang lebih hemat dengan tetap mempertahankan pemain muda? Hanya waktu yang akan menjawab.



