Prabowo Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Bukan Tujuan Akhir: Kesejahteraan Rakyat Prioritas Utama
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi hanyalah alat, bukan tujuan akhir pembangunan.
- Setiap rupiah investasi harus berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
- Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026, menegaskan komitmen pemerintah pada kesejahteraan merata.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir pembangunan, melainkan sarana untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat.
Menurut Presiden, tingginya angka pertumbuhan ekonomi dan investasi tidak akan bermakna jika tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. "Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan pemerintah harus berorientasi pada perbaikan kehidupan masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan bawah.
Pernyataan ini muncul di tengah capaian realisasi investasi yang mencapai Rp1.931 triliun, sebuah angka yang mengesankan namun perlu dipertanyakan dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan. Prabowo menggarisbawahi bahwa setiap rupiah investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup. "Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama yang paling bawah. Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin," tegasnya.
Presiden juga menyoroti ironi bahwa Indonesia, sebagai anggota G20, masih memiliki warga yang kelaparan. "Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya, kita tidak boleh membiarkan kelaparan ada di bumi Indonesia. Republik Indonesia, anggota G20, tidak pantas masih ada rakyat yang lapar," tuturnya. Pernyataan ini menjadi kritik tersirat terhadap pembangunan yang hanya berfokus pada angka makro tanpa menyentuh persoalan dasar seperti pangan dan kesejahteraan.
Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Selain pidato kenegaraan, pemerintah juga menayangkan video capaian kinerja yang menunjukkan berbagai program yang telah dijalankan. Namun, publik menantikan realisasi nyata dari komitmen ini, terutama dalam bentuk kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.
Pernyataan Prabowo ini menegaskan arah kebijakan pemerintah yang ingin menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan kesejahteraan. Namun, tantangan besar menanti: bagaimana memastikan investasi yang masuk benar-benar berdampak pada pengurangan kemiskinan dan pengangguran. Apakah angka investasi yang tinggi akan diikuti dengan kebijakan yang pro-rakyat? Publik akan mengawal realisasi komitmen ini dalam kebijakan konkret ke depan.



