Sunderland Ganti Target: Diouf Dinilai Lebih Layak dari Methalie
Baca dalam 60 detik
- Sunderland mengalihkan fokus ke bek kiri West Ham, Malick Diouf, setelah tawaran untuk Methalie ditolak.
- Diouf dianggap lebih siap tampil di Premier League berkat pengalamannya, sementara Methalie diragukan secara fisik.
- Persaingan dengan Brentford membuat harga Diouf mencapai ยฃ40 juta, menjadi ujian strategi transfer Sunderland.

Sunderland dilaporkan tengah mengincar bek kiri West Ham United, Malick Diouf, sebagai alternatif yang lebih matang dibandingkan Dayann Methalie dari Toulouse. Langkah ini muncul setelah tawaran awal untuk pemain asal Prancis itu ditolak, memaksa manajer Regis Le Bris memutar haluan di bursa transfer musim panas ini.
Sebelumnya, Sunderland telah mengajukan tawaran senilai ยฃ28 juta untuk Methalie, namun Toulouse bersikukuh membanderol pemain berusia 20 tahun itu dengan harga ยฃ30 juta. Meski sang pemain dikabarkan ingin pindah ke Stadium of Light, negosiasi belum mencapai kata sepakat. Kini, laporan dari media Senegal, DSports, menyebut Sunderland telah menghubungi West Ham dan mengajukan tawaran untuk Diouf, meski tawaran tersebut juga ditolak. West Ham mematok harga sekitar ยฃ40 juta untuk pemain internasional Senegal itu, dan Brentford turut bersaing untuk mendapatkannya.
Keputusan untuk beralih ke Diouf bukan tanpa alasan. Methalie, meski memiliki potensi menyerang dengan dua gol dan 2,21 expected assists (xA) di Ligue 1 musim lalu, dianggap belum siap menghadapi kerasnya Premier League. Data menunjukkan ia kalah dalam 60% duel di liga Prancis, sebuah kelemahan yang bisa dieksploitasi tim-tim Inggris yang mengandalkan fisik dan intensitas tinggi. Sebaliknya, Diouf yang baru berusia 21 tahun telah membuktikan diri mampu bersaing di level tertinggi Inggris. Musim lalu, ia mencatatkan lima assist di Premier League bersama West Ham, meski timnya terdegradasi ke Championship. Kemampuannya memenangkan duel darat dan udara menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki Methalie.
Perbandingan keduanya menunjukkan Diouf lebih unggul dalam berbagai aspek. Ia tidak hanya lebih fisik, tetapi juga lebih kreatif dalam memberikan umpan silang. Pengalamannya di Premier League menjadi jaminan bahwa ia tidak akan butuh waktu adaptasi yang lama. Bagi Le Bris, merekrut pemain yang sudah terbukti mampu tampil di liga terbaik Inggris tentu lebih aman daripada mengambil risiko dengan pemain yang belum pernah merasakan atmosfer sepak bola Inggris.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan bek kiri ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa menimbang risiko adaptasi pemain muda asing. Sunderland, yang baru promosi ke Premier League, harus cermat dalam belanja pemain agar tidak mengulang kesalahan klub-klub lain yang gagal beradaptasi. Keputusan antara Methalie yang lebih muda namun berisiko, atau Diouf yang lebih berpengalaman namun lebih mahal, menjadi cerminan dilema yang sering dihadapi klub-klub di Indonesia ketika merekrut pemain asing.
Dengan tenggat waktu bursa transfer yang semakin dekat, Sunderland harus segera menentukan sikap. Jika ingin bersaing di papan atas, mendatangkan pemain siap pakai seperti Diouf tampaknya pilihan yang lebih logis. Namun, apakah West Ham bersedia menurunkan harga? Atau mungkinkah Sunderland nekat memenuhi permintaan ยฃ40 juta? Keputusan ini akan menentukan kekuatan lini belakang mereka musim depan.



