Anthropic Dikabarkan Akuisisi Decart AI Senilai US$6 Miliar: Strategi Menuju IPO
Baca dalam 60 detik
- Anthropic dikabarkan tengah bernegosiasi mengakuisisi Decart AI, startup pendukung Nvidia, dengan nilai potensial mencapai US$6 miliar.
- Akuisisi ini dipandang sebagai langkah strategis Anthropic untuk memperkuat kapasitas komputasi dan mengatasi keterbatasan layanan menjelang rencana IPO besar-besaran.
- Jika terealisasi, tim Decart akan bergabung dengan divisi inferensi dan performa Anthropic, mempercepat pengembangan model AI generasi berikutnya.

Anthropic, perusahaan di balik model kecerdasan buatan Claude, dikabarkan sedang dalam tahap awal negosiasi untuk mengakuisisi Decart AI, sebuah startup pengembang infrastruktur AI yang didukung oleh Nvidia. Menurut sumber yang mengetahui langsung masalah ini, nilai kesepakatan yang tengah dibahas mencapai sekitar US$6 miliar, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News pada Rabu lalu. Langkah ini dinilai sebagai upaya Anthropic untuk memperkuat kapasitas komputasinya di tengah meningkatnya permintaan layanan AI, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi rencana penawaran umum perdana (IPO) yang telah lama dinanti.
Decart AI, yang berbasis di Tel Aviv, dikenal karena mengembangkan teknologi infrastruktur dan optimasi AI, serta model-model AI inovatif. Salah satu produk unggulannya, model Lucy, mampu mengedit video langsung secara real-time, sementara model Oasis dirancang untuk menghasilkan lingkungan simulasi bagi pelatihan robotika dan sistem kendaraan otonom. Keahlian semacam ini dinilai dapat membantu Anthropic mengatasi keterbatasan kapasitas yang selama ini menjadi kendala dalam melayani pengguna Claude, terutama di tengah lonjakan permintaan global.
Kabar akuisisi ini muncul di tengah persiapan Anthropic untuk melantai di bursa. Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini memang tengah gencar memperluas infrastruktur komputasinya. Pekan lalu, Anthropic mengumumkan rencana perekrutan insinyur dengan pengalaman di bidang perangkat keras dan perangkat lunak untuk ikut merancang chip khusus dan model AI yang dapat membuat Claude berjalan lebih cepat dan efisien. Akuisisi Decart, jika berhasil, akan menjadi langkah besar dalam strategi tersebut, karena tim Decart akan langsung bergabung dengan divisi inferensi dan performa Anthropic.
Di sisi lain, Decart sendiri baru saja mengumumkan perolehan pendanaan sebesar US$300 juta pada bulan Mei lalu, dalam putaran yang dipimpin oleh Radical Ventures dan diikuti oleh Nvidia sebagai investor baru. Keterlibatan Nvidia, yang merupakan pemasok utama chip AI, menambah dimensi strategis pada kesepakatan ini. Jika Anthropic berhasil mengakuisisi Decart, maka secara tidak langsung akan mempererat hubungan dengan Nvidia, yang juga merupakan mitra penting bagi banyak perusahaan AI besar lainnya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi yang menarik. Adopsi AI di Indonesia terus meningkat, terutama di sektor finansial, e-commerce, dan layanan publik. Jika Anthropic berhasil memperkuat kapasitasnya melalui akuisisi ini, layanan seperti Claude dapat menjadi lebih stabil dan cepat, yang pada akhirnya menguntungkan pengguna di Indonesia yang semakin bergantung pada AI untuk berbagai kebutuhan. Namun, perlu diingat bahwa kesepakatan ini masih dalam tahap awal dan belum tentu terealisasi. Regulator di berbagai negara, termasuk Indonesia, mungkin akan mencermati dampak konsolidasi di industri AI, terutama terkait dengan persaingan usaha dan keamanan data.
Para analis menilai bahwa langkah Anthropic ini merupakan respons terhadap tekanan kompetitif dari raksasa AI seperti OpenAI dan Google, yang juga terus berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur. Dengan mengakuisisi Decart, Anthropic tidak hanya menambah kapasitas komputasi, tetapi juga mendapatkan talenta teknis yang mumpuni. Pertanyaannya, apakah langkah ini cukup untuk mengejar ketertinggalan di tengah persaingan yang semakin ketat? Atau justru akan memicu gelombang akuisisi serupa di industri AI global?



