Messi Tampil di Tengah Duka, Masa Depannya di Lapangan Hijau Makin Kabur
Baca dalam 60 detik
- Megabintang Argentina itu kembali memperkuat Inter Miami hanya beberapa hari setelah pemakaman ayahnya, Jorge Messi, di Rosario.
- Kehadirannya di laga melawan Leon memicu tanda tanya besar soal kelanjutan kariernya setelah ia mengaku ragu untuk terus bermain.
- Keputusan Messi dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah kariernya dan berdampak pada pamor sepak bola Amerika Serikat.

Lionel Messi kembali membela Inter Miami pada laga pamungkas fase grup Leagues Cup melawan Leon, Rabu (31/7) dini hari WIB, hanya beberapa hari setelah kepergian ayahnya, Jorge Messi. Kehadirannya sebagai pemain pengganti di babak kedua itu sontak menyita perhatian publik, terutama karena sebelumnya ia sempat menyiratkan keraguan besar untuk melanjutkan karier profesionalnya.
Jorge Messi, yang juga berperan sebagai agen sejak Lionel berusia 14 tahun, meninggal dunia di kampung halamannya, Rosario, Argentina, pekan lalu pada usia 68 tahun setelah menderita sakit berkepanjangan. Dalam unggahan emosional di media sosial, pemain berusia 39 tahun itu mengaku belum yakin akan terus bermain dalam waktu yang lama. โSaya benar-benar tidak yakin apakah saya akan melanjutkannya lebih lama lagi,โ tulisnya, seperti dikutip dari laporan BBC.
Setelah menghadiri pemakaman secara privat pada Minggu, Messi langsung terbang kembali ke Amerika Serikat dan masuk pada babak kedua dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 2-3 dari Leon. Meski timnya tersingkir lebih awal, sambutan meriah dari para pendukung tetap mengiringi setiap sentuhan kakinya. Ini merupakan kali pertama Inter Miami gagal melaju dari fase grup sejak Leagues Cup diperluas pada 2023, tahun yang sama ketika Messi bergabung dan membawa tim tersebut menjuarai turnamen.
Keputusan Messi untuk tampil di tengah duka dinilai sebagai bentuk dedikasi luar biasa. Rekan setimnya, Yannick Bright, yang mencetak gol kedua Miami, mengaku tidak menyangka sang kapten akan hadir. โItu menunjukkan betapa dia peduli. Saat saya melihat dia di sini, yang saya pikirkan hanyalah memberikan 150 persen untuknya,โ ujar Bright. Pelatih Leon, Javier Gandolfi, juga memberikan pujian, menyebut Messi sebagai โmanusia yang berbeda dari yang lainโ dan telah menunjukkan kembali kualitasnya di lapangan.
Di balik kekalahan tersebut, isu yang lebih besar justru berkisar pada masa depan Messi. Ayahnya bukan sekadar orang tua, tetapi juga sosok sentral dalam perjalanan kariernyaโdari agen yang mengurus kontrak pertamanya hingga pendamping setia saat ia mengangkat trofi Piala Dunia 2022. Dalam unggahannya, Messi mengungkapkan bahwa sang ayah sempat mendorongnya untuk tampil di Piala Dunia terakhir, meski kondisi kesehatannya terus menurun. Argentina sendiri harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Spanyol 0-1 di final musim panas ini.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kabar ini tentu menjadi perhatian tersendiri. Messi bukan hanya ikon global, tetapi juga salah satu pemain yang paling banyak diikuti perjalanan kariernya oleh publik Tanah Air. Jika ia benar-benar memutuskan pensiun dalam waktu dekat, maka laga-laga Inter Miami yang disiarkan di berbagai platform akan kehilangan daya tarik utamanya. Di sisi lain, keputusan untuk terus bermain akan menjadi suntikan moral bagi kompetisi di Amerika Serikat yang tengah berusaha meningkatkan pamor.
Para analis menilai bahwa tekanan emosional yang dialami Messi saat ini sangat besar. Kehilangan sosok ayah yang juga manajernya tentu memengaruhi kondisi psikologisnya. Namun, kembalinya ia ke lapangan hanya beberapa hari setelah pemakaman menunjukkan bahwa profesionalismenya masih tinggi. Pertanyaannya, akankah gairah itu bertahan lama? Atau justru ini menjadi salah satu penampilan terakhirnya di pentas kompetitif?
Keputusan Messi dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu. Jika ia memilih untuk melanjutkan, maka target utamanya adalah membawa Inter Miami meraih gelar dan mungkin tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara. Namun, jika ia memutuskan untuk gantung sepatu, dunia sepak bola akan kehilangan salah satu legenda terbesarnya. Apakah publik akan menyaksikan babak final dari kisah panjang sang maestro?



