Karier Ha Young Terancam: Leluhur Pro-Jepang Memicu Boikot Iklan dan Pembatalan Promosi
Baca dalam 60 detik
- Pengakuan Ha Young tentang kakek buyutnya yang pro-Jepang memicu gelombang kritik di Korea Selatan menjelang Hari Pembebasan.
- Agensi Vistas Entertainment awalnya membantah, lalu mengakui keterlibatan Ahn Sang-ho dalam organisasi kolonial, memperkeruh suasana.
- Dampaknya meluas: Netflix membatalkan wawancara, Samsung dan Eastend menarik iklan, serta episode KBS dihapus dari platform VOD.

Karier aktris Korea Selatan Ha Young yang tengah menanjak kini dihantam badai kontroversi setelah terungkap bahwa kakek buyutnya, Ahn Sang-ho, tercatat sebagai anggota dewan organisasi pro-Jepang pada masa penjajahan. Pengakuan ini muncul di tengah sensitivitas tinggi masyarakat Korea terhadap kolaborasi dengan Jepang, terutama menjelang peringatan Hari Pembebasan 15 Agustus.
Kontroversi berawal dari penampilan Ha Young di acara bincang-bincang KBS 2TV "Problem Child in House" pada 7 Agustus. Dalam kesempatan itu, ia menceritakan bahwa kakek buyutnya adalah dokter Barat pertama di Korea yang pernah merawat Kaisar Gojong. Pernyataan ini sontak memicu rasa penasaran warganet untuk mengungkap identitas sang leluhur, yang akhirnya mengarah pada nama Ahn Sang-ho.
Penelusuran sejarah menunjukkan Ahn Sang-ho terdaftar sebagai anggota dewan Daejung Chinmokhoe, sebuah organisasi yang didirikan di Seoul pada 1916 dan dikenal mendukung kebijakan integrasi Korea ke dalam Jepang. Catatan dari surat kabar Maeil Shinbo tahun 1918 juga menggambarkan sosoknya dengan sikap yang sangat dekat dengan kekuasaan kolonial. Temuan ini langsung menjadi bahan perdebatan sengit di media sosial, mengingat stigma kuat terhadap tokoh yang dianggap berkolaborasi dengan penjajah.
Yang memperkeruh suasana adalah respons awal agensi Ha Young, Vistas Entertainment, yang membantah tuduhan tersebut. Namun, setelah melakukan verifikasi lebih lanjut, agensi justru mengakui kebenaran catatan sejarah itu dan meminta maaf atas pernyataan terburu-buru sebelumnya. "Kami memastikan bahwa Ahn Sang-ho memang terdaftar sebagai anggota dewan Daejung Chinmokhoe pada tahun 1916. Kami dengan tulus meminta maaf atas kebingungan yang disebabkan oleh tanggapan kami yang terburu-buru," demikian pernyataan agensi.
Dampak kontroversi ini langsung terasa di industri hiburan. Netflix membatalkan wawancara resmi dengan para pemeran "Our Sticky Love" yang dijadwalkan pada 14 Agustus, dengan alasan "keadaan yang tidak dapat dihindari". Pembatalan ini terjadi hanya sehari sebelum Hari Pembebasan Korea, momen yang sangat sensitif. Selain itu, Samsung Electronics membuat video iklan "Samsung Art TV" yang menampilkan Ha Young menjadi privat di kanal YouTube resminya, dan perusahaan pakaian Eastend Co. juga menarik materi iklan yang menampilkan aktris tersebut.
Bagi pengamat industri hiburan Korea, kasus ini menunjukkan betapa rentannya karier seorang publik figur terhadap isu sejarah. "Di Korea, isu kolaborasi dengan Jepang bukan sekadar masalah politik, tetapi juga menyentuh luka kolektif yang dalam. Perusahaan dan platform streaming cenderung mengambil langkah cepat untuk melindungi citra mereka," ujar seorang analis budaya populer yang enggan disebutkan namanya.
Konteks serupa juga relevan di Indonesia, di mana isu sejarah dan nasionalisme kerap memengaruhi citra publik figur. Meski tidak ada organisasi kolonial yang persis sama, sentimen anti-kolonialisme masih kuat dan dapat memicu reaksi serupa jika ada tokoh publik yang dikaitkan dengan masa lalu yang kontroversial. Hal ini menjadi pelajaran bagi selebritas dan agensi untuk lebih berhati-hati dalam membahas sejarah keluarga di ruang publik.
Ha Young sendiri, yang memulai debutnya pada 2019 dan dikenal lewat drama "The Trauma Code: Heroes on Call" serta "Our Sticky Love", kini harus menghadapi ujian terbesar dalam kariernya. Agensi menyatakan bahwa sang aktris sangat terpukul dan akan menjalani pekerjaannya dengan lebih berhati-hati. Namun, pertanyaannya adalah: akankah kontroversi ini mereda seiring waktu, atau justru meninggalkan noda permanen yang menghambat langkahnya ke depan? Mengingat sensitivitas isu ini, pemulihan citra Ha Young tampaknya akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.



