Timnas Indonesia Bungkam Singapura 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026, Nobar SCBD Jadi Magnet Suporter
Baca dalam 60 detik
- Indonesia mengamankan poin penuh pertama di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menundukkan Singapura dengan skor 2-0.
- Gol kemenangan dicetak oleh Ole Romeny dan Oratmangoen, disambut euforia suporter yang memadati lokasi nonton bareng di SCBD, Jakarta.
- Kemenangan ini menjadi modal penting sebelum skuad Garuda menghadapi Malaysia pada laga berikutnya.

Timnas Indonesia memulai kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil positif setelah mengalahkan Singapura 2-0 pada laga yang digelar Jumat (25/9/2026). Dua gol kemenangan Garuda lahir dari aksi Ole Romeny dan Oratmangoen, memastikan tiga poin pertama sekaligus memicu euforia di kalangan pendukung.
Antusiasme suporter tidak hanya terlihat di stadion. Di Jakarta, ratusan penggemar dari berbagai kota memadati acara nonton bareng yang berlangsung di IQOS Boutique, SOL Collective Space, SCBD. Mereka mengikuti setiap momen pertandingan, dari serangan awal hingga peluit akhir, menciptakan atmosfer yang tak kalah meriah dibandingkan pertandingan langsung.
Kemenangan ini menjadi sinyal penting bagi arah permainan Timnas di bawah asuhan pelatih baru John Herdman. Menurut Pimpinan Redaksi Bola.com, Edu Krisnadefa, fleksibilitas pemain menjadi kunci. "Kita juga punya beberapa pemain yang bisa dimainkan di posisi berbeda, sehingga pelatih memiliki cukup banyak pilihan," ujarnya saat ditemui di lokasi nobar.
Dari sisi strategi, Herdman dinilai memiliki kedalaman skuad yang mumpuni untuk menghadapi jadwal padat. Konsistensi dan adaptasi taktis menjadi catatan penting, terutama ketika menghadapi lawan dengan gaya bermain berbeda. Kemenangan atas Singapura memberi ruang bagi pelatih untuk melakukan rotasi tanpa mengorbankan kualitas permainan.
Bagi Indonesia, turnamen ini bukan sekadar ajang prestise. FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung pembuktian bagi generasi baru pemain yang berlaga di kancah internasional. Dukungan dari suporter di dalam dan luar negeri menjadi energi tambahan, terlebih ketika pertandingan digelar dengan format yang memungkinkan mobilitas tinggi antarnegara ASEAN.
"Kemenangan ini modal berharga, tapi ujian sebenarnya adalah konsistensi di laga-laga berikutnya," ujar seorang pengamat sepak bola nasional yang hadir dalam acara nobar.
Secara domestik, gelaran nonton bareng seperti di SCBD menunjukkan pergeseran pola konsumsi sepak bola. Masyarakat tidak hanya menonton di rumah, tetapi mencari pengalaman kolektif di ruang publik. Fenomena ini berpotensi menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata lokal, terutama di kota-kota besar yang menjadi tuan rumah acara serupa.
Setelah mengalahkan Singapura, Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada pertandingan berikutnya. Laga ini diprediksi berlangsung sengit mengingat rivalitas historis kedua negara. Dukungan suporter diharapkan terus mengalir, baik yang hadir langsung maupun melalui layar lebar di berbagai titik nobar.
Pertanyaannya, mampukah Garuda menjaga momentum dan tampil konsisten saat menghadapi Malaysia? Jawabannya akan menentukan seberapa jauh langkah Indonesia di turnamen ini.



