GameStop Pertimbangkan Tarik Tawaran Rp 896 Triliun untuk eBay, Beralih ke Kemitraan?
Baca dalam 60 detik
- CEO GameStop, Ryan Cohen, dikabarkan mempertimbangkan untuk membatalkan akuisisi eBay senilai US$56 miliar dan beralih ke skema kolaborasi strategis.
- Langkah ini muncul setelah eBay menolak tawaran awal pada Mei lalu, dengan alasan proposal tersebut tidak kredibel dan tidak menarik.
- Jika terwujud, kemitraan ini dapat memanfaatkan 1.600 lokasi ritel GameStop di AS untuk memperkuat posisi di pasar kartu trading dan koleksi, sekaligus membuka peluang bagi ekspansi serupa di pasar Asia Tenggara.

Raksasa ritel gim asal Amerika Serikat, GameStop, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menarik kembali tawaran akuisisi senilai US$56 miliar (sekitar Rp 896 triliun) terhadap eBay. Bloomberg News, mengutip sumber yang dekat dengan masalah ini, melaporkan bahwa CEO Ryan Cohen kini lebih condong pada opsi kemitraan atau usaha patungan dengan platform e-commerce tersebut, sebuah langkah yang dapat mengubah peta persaingan di industri perdagangan daring.
Perubahan sikap ini muncul setelah eBay secara tegas menolak proposal pengambilalihan yang diajukan GameStop pada Mei lalu. Saat itu, eBay menyebut tawaran tersebut "tidak kredibel maupun menarik". Penolakan itu tidak menghentikan ambisi Cohen; pada Juli, GameStop justru meningkatkan kepemilikan sahamnya di eBay menjadi 9,8 persen, menjadikannya salah satu pemegang saham terbesar. Cohen bahkan berjanji akan menyelesaikan kesepakatan "dengan satu atau lain cara".
Kabar terbaru ini langsung berdampak pada pasar saham. Pada perdagangan pra-pasar, saham GameStop naik 2 persen, sementara saham eBay turun 1,4 persen. Investor tampaknya merespons positif potensi kemitraan yang dianggap lebih realistis dibandingkan akuisisi penuh, mengingat kapitalisasi pasar GameStop yang jauh lebih kecilโhampir seperenam dari nilai eBay.
Para analis sebelumnya meragukan rencana pendanaan akuisisi yang mengandalkan utang dan penerbitan saham dalam jumlah besar. Model bisnis kedua perusahaan juga sangat kontras. eBay beroperasi sebagai pasar daring yang memperoleh pendapatan dari biaya transaksi antara penjual dan pembeli, sementara GameStop adalah pengecer fisik yang membeli inventaris dan menjualnya kembali melalui jaringan tokonya. Perbedaan ini menjadi dasar skeptisisme terhadap integrasi penuh, namun justru membuka peluang untuk sinergi dalam kemitraan.
Menurut laporan Bloomberg, Cohen tengah mempertimbangkan proposal yang memungkinkan eBay memanfaatkan sekitar 1.600 lokasi ritel GameStop di AS. Langkah ini diharapkan dapat membantu kedua perusahaan memperluas pangsa pasar di kategori bermargin tinggi seperti kartu trading dan barang koleksi. Sebagai bagian dari kemitraan, GameStop juga akan meminta kursi di dewan direksi eBay.
Konteks Indonesia: Perkembangan ini menarik untuk dicermati di tengah maraknya platform e-commerce lokal seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada yang juga gencar menggarap segmen barang koleksi dan kartu trading. Jika kemitraan GameStop-eBay terwujud, bukan tidak mungkin mereka akan memperluas jejak ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memiliki pasar koleksi yang sedang tumbuh. Kolaborasi semacam ini bisa menjadi preseden bagi perusahaan ritel fisik untuk bersinergi dengan platform daring, sebuah strategi yang relevan bagi pelaku usaha di dalam negeri.
Meski demikian, keputusan final belum diambil. Cohen masih dapat menempuh opsi lain, dan baik GameStop maupun eBay belum memberikan komentar resmi. Reuters juga belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Ketidakpastian ini meninggalkan pertanyaan besar: apakah langkah ini merupakan pengakuan diam-diam bahwa akuisisi penuh bukanlah jalan terbaik, atau justru taktik negosiasi untuk menekan eBay agar bersedia duduk di meja perundingan? Yang jelas, manuver Cohen menunjukkan bahwa ia tidak akan mudah menyerah dalam upayanya mengubah wajah GameStop.



