Trevoh Chalobah Hengkang ke Como: Bek Timnas Inggris Jadi Rekrutan Termahal Klub Italia
Baca dalam 60 detik
- Bek tengah Trevoh Chalobah resmi bergabung dengan Como dengan nilai transfer lebih dari ยฃ30 juta, menandai rekor pembelian klub Serie A tersebut.
- Kepindahan ini mengakhiri kebersamaan Chalobah dengan Chelsea selama hampir dua dekade, sekaligus memperkuat ambisi Como di bawah asuhan Cesc Fabregas.
- Langkah Chalobah ke Italia diprediksi berdampak pada persaingan lini belakang Como dan menjadi sinyal bagi pemain Inggris lain untuk merambah liga non-unggulan.

Bek tengah asal Inggris, Trevoh Chalobah, resmi berseragam Como 1907 setelah klub Serie A itu menebusnya dari Chelsea dengan nilai transfer menembus angka ยฃ30 juta. Kesepakatan ini menjadikan Chalobah sebagai pembelian termahal dalam sejarah klub yang bermarkas di tepi Danau Como tersebut, sekaligus menandai babak baru karier pemain berusia 27 tahun yang telah membela Chelsea sejak usia delapan tahun.
Menurut laporan resmi, Chelsea akan menerima pembayaran awal sebesar ยฃ25,7 juta, ditambah bonus potensial sekitar ยฃ5,1 juta yang bergantung pada pencapaian tertentu. Proses negosiasi yang berlarut-larut akhirnya berujung pada kontrak berdurasi lima tahun bagi Chalobah. Kedatangan pemain yang sempat menjadi bagian skuad Inggris di Piala Dunia ini langsung disambut antusias oleh manajer Como, Cesc Fabregas, yang pernah menjadi rekan setimnya di Stamford Bridge.
Fabregas, yang sukses membawa Como finis di posisi keempat Serie A musim lalu dan mengamankan tiket ke Liga Champions, menilai Chalobah sebagai sosok pemimpin yang mampu meningkatkan kualitas tim. "Dia adalah pemimpin yang bisa mengangkat level permainan tim, dan saya sangat senang dia memilih Como," ujar mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu. Chalobah sendiri mengaku terhormat bergabung dengan proyek ambisius Como dan merasa istimewa bisa kembali bekerja sama dengan Fabregas.
Kepergian Chalobah menutup babak panjang kariernya di Chelsea, di mana ia mencatatkan 151 penampilan di semua kompetisi dan mempersembahkan lima trofi, termasuk Piala FA 2018 dan Liga Conference 2025. Selama berseragam The Blues, ia sempat menjalani masa peminjaman di Ipswich Town, Huddersfield Town, Lorient, dan Crystal Palace. Pengalaman tersebut membentuknya menjadi bek serbabisa yang kini diharapkan menjadi pilar pertahanan Como di pentas Eropa.
Bagi sepak bola Indonesia, kepindahan Chalobah ke Como menjadi sinyal menarik bahwa liga-liga Eropa non-unggulan kini semakin agresif memburu pemain berkualitas. Como, yang baru kembali ke Serie A setelah puluhan tahun, menunjukkan ambisi besar dengan merekrut pemain berstatus internasional Inggris. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bahwa investasi pada pemain berkelas dunia dapat mempercepat peningkatan kualitas kompetisi domestik.
Keputusan Chalobah meninggalkan Chelsea juga menjadi sorotan karena ia merupakan produk akademi yang setia sejak kecil. Namun, persaingan ketat di lini belakang Chelsea yang dihuni banyak pemain bintang membuat menit bermainnya terbatas. Di Como, ia dijamin menjadi pilihan utama dan akan menjadi pemimpin di ruang ganti. Fabregas, yang pernah merasakan atmosfer Premier League, diyakini tahu cara memaksimalkan potensi Chalobah.
Dengan bergabungnya Chalobah, Como semakin serius membangun skuad kompetitif untuk bersaing di Serie A dan Liga Champions musim depan. Pertanyaannya, mampukah Chalobah beradaptasi dengan cepat dengan gaya sepak bola Italia yang lebih taktis? Atau justru ia akan menjadi batu loncatan bagi pemain Inggris lain untuk merambah liga-liga yang selama ini dianggap inferior? Jawabannya akan terungkap seiring berjalannya musim.



