Inter Kalahkan Juventus di Perth, Kiper Jepang Suzuki Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- Inter menundukkan Juventus 2-1 dalam laga uji coba di Perth, dengan gol dari Dimarco dan Diouf.
- Performa kiper anyar Juventus, Di Gregorio, kembali menuai kritik, memunculkan spekulasi kepindahan kiper Jepang Zion Suzuki.
- Kekalahan ini menegaskan kesenjangan kualitas antara Inter dan Juventus, serta memicu pertanyaan tentang kesiapan Juventus menghadapi musim baru.

Inter Milan menunjukkan superioritasnya atas Juventus dalam laga uji coba pramusim di Perth, Australia, dengan skor 2-1. Gol dari Federico Dimarco dan pemain muda asal Prancis, Diouf, memastikan kemenangan Nerazzurri, sementara gol hiburan Bianconeri dicetak oleh Francisco Conceicao. Hasil ini tak hanya soal pramusim, tetapi juga menjadi sinyal awal bahwa hierarki kekuatan di Serie A musim depan mungkin tak banyak berubah.
Pertandingan yang berlangsung di Perth ini menjadi sorotan utama media Italia, terutama terkait performa kiper anyar Juventus, Michele Di Gregorio. Kiper yang didatangkan dari Monza itu kembali melakukan blunder yang berujung pada gol, memicu kekhawatiran di kubu Bianconeri. Media Italia menyebut Juventus membutuhkan kiper tangguh, dan nama kiper timnas Jepang, Zion Suzuki, kembali mencuat sebagai kandidat utama.
Suzuki, yang saat ini memperkuat Parma, dikabarkan lebih memilih transfer permanen daripada status pinjaman. Ia telah memberi sinyal kepada Parma, Paris Saint-Germain (PSG), dan juga klub milik keluarga Elkann tersebut. Namun, PSG yang tengah memantau kiper muda itu belum memberikan kepastian, sehingga Juventus harus bersabar. Sementara itu, nama Guglielmo Vicario dari Tottenham Hotspur disebut-sebut sebagai alternatif jika negosiasi dengan Suzuki gagal.
Di sisi lain, kemenangan Inter juga disorot sebagai bukti kedalaman skuad asuhan Simone Inzaghi. Pemain muda seperti Diouf, yang sebelumnya mencetak dua gol melawan Karlsruher, kembali menunjukkan tajinya. Penampilannya ini bisa mengubah rencana transfer Inter, yang mungkin tak perlu lagi mencari bek kanan baru setelah kepergian Denzel Dumfries. Media Italia bahkan menjulukinya sebagai 'Dumfries baru' yang sudah siap mengisi posisi tersebut.
Sementara itu, kabar duka datang dari dunia sepak bola. Lionel Messi kehilangan ayahnya, Jorge Messi, yang meninggal dunia di Argentina pada usia 68 tahun. Barcelona, klub yang membesarkan Messi, menyampaikan belasungkawa. Peristiwa ini tentu menjadi pukulan berat bagi Messi yang tengah bersiap menghadapi musim baru bersama Inter Miami.
Kekalahan ini juga memperpanjang catatan buruk Juventus di pramusim. Sebelumnya, mereka hanya bermain imbang 1-1 melawan Celta Vigo. Pelatih Juventus, Thiago Motta, yang baru bergabung, masih mencari formula terbaik. Namun, kritik tajam datang dari legenda klub, Lucio, yang menilai timnya kurang kompak dan Di Gregorio seharusnya bisa berbuat lebih baik. Sementara itu, pelatih Inter, Cristian Chivu, yang menangani tim muda, mengaku masih menuntut lebih dari anak asuhnya, termasuk menekankan pentingnya mempertahankan pemain seperti Jones.
Di laga lain, AC Milan kembali tampil mengecewakan dengan kalah telak 0-3 dari Chelsea. Kekalahan ini memicu pertanyaan tentang kesiapan Milan bersaing di papan atas. Media Italia menyoroti inkonsistensi performa Milan yang sempat digadang-gadang sebagai calon juara. Sementara itu, AS Roma juga menelan kekalahan 0-3 dari Brighton, membuat pelatih Gian Piero Gasperini geram. Ia menuntut manajemen klub segera bergerak di bursa transfer untuk memperkuat skuad.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, hasil-hasil ini menjadi bahan evaluasi menarik. Ketertarikan Juventus pada kiper Jepang Zion Suzuki menunjukkan bahwa Asia kini menjadi pasar yang diperhitungkan di Eropa. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi kiper-kiper Indonesia untuk menembus liga top Eropa. Selain itu, performa impresif pemain muda seperti Diouf menegaskan pentingnya pembinaan usia dini, sesuatu yang tengah digalakkan di Indonesia melalui program-program PSSI.
Dengan bursa transfer yang masih berjalan, Juventus harus segera mengambil keputusan soal kiper. Jika Suzuki tak kunjung didapat, mungkinkah mereka beralih ke Vicario? Atau akankah Di Gregorio bangkit dan membungkam kritik? Musim baru Serie A akan menjadi ujian sesungguhnya bagi semua tim.



