Karhutla Bromo Meluas, TNBTS Tutup Total Seluruh Akses Wisata
Baca dalam 60 detik
- Seluruh gerbang masuk menuju Gunung Bromo resmi ditutup mulai Sabtu malam untuk mendukung pemadaman kebakaran yang kian meluas.
- Luas area terbakar telah mencapai 176 hektare, dengan api menjalar hingga Jalur Lingkar Kaldera Tengger akibat hembusan angin kencang.
- Wisatawan yang terdampak penutupan dapat menjadwalkan ulang kunjungan atau mengajukan pengembalian dana melalui aplikasi booking online.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengambil langkah darurat dengan menutup total seluruh akses masuk kawasan Gunung Bromo terhitung Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah kobaran api di area Kaldera Bromo meluas secara signifikan, mengancam keselamatan pengunjung dan menghambat upaya pemadaman.
Penutupan ini berlaku untuk lima pintu masuk yang tersebar di empat kabupaten: Cemorolawang di Probolinggo, Wonokitri di Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Malang, serta Senduro di Lumajang. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi efektivitas pemadaman serta keamanan seluruh pihak. "Penutupan berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Malang, Minggu (9/8/2026).
Kebakaran yang mulai terjadi pada Senin (3/8/2026) ini menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Data TNBTS mencatat luas area terbakar melonjak dari 7,9 hektare pada hari pertama menjadi 44 hektare, lalu 51 hektare, dan mencapai 176 hektare pada Jumat malam. Sebagian besar kawasan yang hangus berada di wilayah Probolinggo, menjadikan kabupaten ini sebagai episentrum bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo, Oemar Sjarief, mengungkapkan bahwa api telah menjalar ke Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di blok Jantur, didorong oleh angin kencang. Tim gabungan sempat ditarik mundur ke titik aman demi keselamatan, namun kemudian berhasil memutus jalur api agar tidak menyeberang ke area Watangan. "Kami berhasil memutus api tidak menyeberangi jalur lama, sehingga diharapkan api tidak meluas ke utara," jelasnya.
Bagi wisatawan yang telah membeli tiket melalui aplikasi booking online dan terjebak oleh penutupan ini, TNBTS memberikan dua opsi: penjadwalan ulang kunjungan atau pengembalian dana penuh. Prosesnya dilakukan dengan mengisi formulir yang tersedia di laman booking. Sementara itu, para pelaku usaha jasa wisata diimbau untuk menghentikan sementara aktivitas di kawasan TNBTS demi keselamatan bersama.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan ekosistem Bromo terhadap kebakaran, terutama di musim kemarau. Sebelumnya, pada 2023, kawasan yang sama juga mengalami karhutla akibat aktivitas pengunjung yang memicu percikan api. Kini, dengan luas terdampak yang jauh lebih besar, pertanyaan muncul: apakah regulasi pengelolaan wisata dan pengawasan di kawasan konservasi sudah cukup ketat untuk mencegah terulangnya bencana serupa?
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih bersiaga penuh memantau pergerakan api. Masyarakat di sekitar kawasan diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan resmi. Akankah langkah penutupan total ini mampu mengendalikan api sebelum kerusakan semakin meluas? Semua mata tertuju pada upaya pemadaman yang berlangsung sepanjang malam.



