Tottenham Akhirnya Punya Jawaban untuk Gantikan Kane? Mateta Masuk Radar
Baca dalam 60 detik
- Tottenham dikabarkan serius membidik Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace sebagai solusi lini depan yang telah lama kosong sejak kepergian Harry Kane.
- Mateta, yang kontraknya tersisa setahun, bisa ditebus dengan harga sekitar £30 juta, jauh lebih murah dibandingkan kegagalan investasi pada Solanke dan Richarlison.
- Jika transfer ini terwujud, Spurs berpotensi mengakhiri tiga musim paceklik gol dan kembali kompetitif di papan atas Premier League.

Liga Inggris musim 2025/26 baru saja bergulir, namun Tottenham Hotspur sudah dihadapkan pada pekerjaan rumah besar: menemukan mesin gol yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Harry Kane. Tiga tahun setelah kepergian sang kapten ke Bayern Munich, lini depan Spurs belum menemukan figur sentral yang konsisten. Kini, nama Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace muncul sebagai kandidat kuat yang bisa menjadi jawaban atas kebuntuan tersebut.
Sejak ditinggal Kane, Tottenham telah mencoba berbagai opsi. Dominic Solanke yang diboyong dengan mahar £65 juta pada 2024 gagal menunjukkan performa impresif, hanya mencetak 12 gol dalam dua musim. Richarlison, yang didatangkan dengan harga £60 juta dari Everton, juga tak pernah konsisten—total 27 gol dalam empat musim, jauh di bawah standar yang pernah ditorehkan Kane. Bahkan Heung-min Son yang sempat diplot sebagai false nine oleh Ange Postecoglou hanya mampu menyumbang 10 gol di musim 2023/24. Kegagalan demi kegagalan ini membuat manajemen Spurs, yang dikendalikan ENIC, kini berpikir ulang.
Di tengah kebuntuan tersebut, laporan dari insider Tottenham menyebut bahwa kesepakatan untuk memboyong Mateta bisa terwujud. Penyerang asal Prancis berusia 29 tahun itu hanya memiliki sisa kontrak satu tahun di Selhurst Park. Crystal Palace dikabarkan lebih memilih menjualnya sekarang daripada kehilangan gratis musim depan, atau melepas dengan harga miring seperti yang terjadi pada Marc Guehi. Angka yang beredar menyebut banderol Mateta berada di kisaran £30 juta—angka yang dianggap masuk akal untuk pemain sekaliber dia.
Mateta bukanlah nama asing di Premier League. Sejak kedatangannya dari Mainz pada 2021, ia sempat kesulitan beradaptasi. Namun, kedatangan manajer Oliver Glasner menjadi titik balik. Sejak awal musim 2023/24, Mateta selalu mencetak dua digit gol—16 gol pada musim pertamanya, dan konsisten di musim-musim berikutnya. Wayne Rooney bahkan menyebutnya sebagai salah satu striker terbaik di Eropa. Keunggulan fisiknya yang menjulang 6 kaki 4 inci, ditambah kemampuannya menciptakan peluang, menjadikannya ancaman nyata bagi pertahanan lawan.
Perbandingan dengan opsi lain yang sempat dikaitkan dengan Tottenham, seperti Victor Osimhen, membuat Mateta terlihat lebih realistis. Osimhen tentu memiliki nama besar, tetapi biaya transfer dan gajinya yang tinggi bisa memberatkan. Mateta, di sisi lain, menawarkan solusi yang lebih hemat dan praktis. Dengan pengalaman bermain di Premier League, ia tidak memerlukan waktu adaptasi yang lama. Ia bisa langsung menjadi starter dan memberikan dampak instan bagi lini serang Spurs.
Bagi pembaca di Indonesia, kabar ini menarik karena Premier League memiliki basis penggemar yang besar di tanah air. Jika Tottenham berhasil mendatangkan Mateta, persaingan di papan atas liga akan semakin sengit. Selain itu, performa Mateta yang konsisten bisa menjadi inspirasi bagi pemain-pemain Asia Tenggara yang bercita-cita berkarier di liga top Eropa. Namun, perlu diingat bahwa transfer ini masih sebatas rumor dan belum ada kepastian. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi, termasuk negosiasi antar klub dan keinginan pemain.
Jika kesepakatan ini benar-benar terwujud, Tottenham tidak hanya mendapatkan striker yang haus gol, tetapi juga pemain yang bisa menjadi ikon baru di N17. Pertanyaannya, akankah Daniel Levy dan ENIC bergerak cepat sebelum jendela transfer ditutup? Atau akankah mereka kembali gagal dan membiarkan mimpi menggantikan Kane terus tertunda? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: para penggemar Tottenham di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, akan menantikan langkah selanjutnya dari klub kesayangan mereka.



