Arsenal Alihkan Incaran ke Iliman Ndiaye Setelah Vinicius dan Barcola Batal
Baca dalam 60 detik
- Arsenal gagal mendapatkan Vinicius Junior yang memperpanjang kontrak di Real Madrid, dan kini beralih ke opsi lain di bursa transfer.
- Bradley Barcola dari PSG menjadi target utama, namun mahar ยฃ145 juta dinilai terlalu tinggi, membuka peluang bagi Iliman Ndiaye dari Everton.
- Ndiaye, dengan banderol ยฃ75 juta, dianggap sebagai alternatif lebih realistis dengan statistik impresif di Premier League.

Kegagalan Arsenal mengamankan tanda tangan Vinicius Junior dari Real Madrid memaksa manajemen klub London utara itu memutar otak. Bintang asal Brasil tersebut dikabarkan telah menyetujui perpanjangan kontrak enam tahun di Santiago Bernabeu, memupus harapan The Gunners untuk memboyongnya ke Premier League pada musim panas ini.
Sebagai respons cepat, Arsenal disebut kembali melirik winger Paris Saint-Germain, Bradley Barcola. Namun, harga yang diminta Les Parisiens mencapai ยฃ145 juta, angka yang dinilai berlebihan dan berpotensi memecahkan rekor transfer klub. Alih-alih memaksakan diri, manajemen Arsenal mulai mempertimbangkan opsi lain, termasuk pemain sayap Everton, Iliman Ndiaye.
Menurut laporan Miguel Delaney dari The Independent, Arsenal terus memantau perkembangan Ndiaye. Meski belum ada tawaran resmi, peluang transfer pemain internasional Senegal itu terbuka hingga penutupan bursa awal September. Everton sendiri dikabarkan membanderolnya sekitar ยฃ75 juta, selisih ยฃ70 juta dari harga Barcola.
Ndiaye memang bukan nama pertama yang diinginkan suporter, tetapi statistiknya musim lalu menunjukkan kualitasnya. Pemain berusia 26 tahun itu mencatat akurasi tembakan ke gawang mencapai 51%, lebih baik dari Barcola. Kemampuan dribelnya juga impresif dengan 2,4 dribel sukses per 90 menit, menempatkannya di atas 90% pemain Premier League lainnya.
Keputusan Arsenal untuk menjadikan Ndiaye sebagai target alternatif menunjukkan pendekatan pragmatis di bursa transfer. Dengan kebutuhan mendesak akan kreativitas di lini serang, Ndiaye dinilai mampu memberikan dampak instan tanpa menguras kas klub secara berlebihan. Jamie O'Hara, mantan pemain Tottenham, bahkan menyebutnya sebagai salah satu pemain terbaik di Premier League.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal ini menarik untuk disimak. Klub-klub Eropa kini semakin selektif dalam membelanjakan uang, memilih pemain dengan nilai lebih realistis. Fenomena ini juga berdampak pada pasar transfer Asia, termasuk Indonesia, di mana klub-klub mulai berinvestasi pada pemain muda potensial dengan harga wajar.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Arsenal akan berani menebus Ndiaye atau justru mencari opsi lain yang lebih murah. Dengan sisa waktu bursa yang semakin sempit, keputusan manajemen akan menentukan kekuatan skuad asuhan Mikel Arteta untuk musim 2025/2026. Akankah Ndiaye menjadi jawaban atas kegagalan mengejar bintang-bintang besar?



