Persis Solo Rekrut Vico Duarte, Kelebihan Pemain Asing di Kasta Kedua Picu Teka-teki Coret
Baca dalam 60 detik
- Persis Solo mengumumkan kedatangan winger Brasil Vico Duarte untuk memperkuat lini serang di Pegadaian Championship 2026/2027.
- Dengan tambahan Vico, Persis kini memiliki lima pemain asing, melebihi batas regulasi tiga pemain untuk kompetisi kasta kedua.
- Manajemen harus segera memangkas dua nama asing, dan Slavko Damjanovic serta Juan Mera disebut-sebut sebagai kandidat terdepak.

Persis Solo kembali menggebrak bursa transfer kasta kedua dengan merekrut winger asal Brasil, Vico Duarte, guna menajamkan lini depan pada Pegadaian Championship 2026/2027. Langkah ini menjadi sinyal ambisi Laskar Sambernyawa untuk segera kembali ke Liga Utama, meski di sisi lain memunculkan persoalan kuota pemain asing yang melebihi aturan.
Vico, yang genap berusia 29 tahun, bukan nama baru di sepak bola Indonesia. Ia pernah membela PSS Sleman, Dewa United, Malut United, dan terakhir Java United. Pengalamannya di kasta tertinggi diharapkan menjadi nilai tambah bagi skuad asuhan Ricky Nelson yang tengah memburu tiket promosi.
"Saya senang dan termotivasi bisa bergabung bersama Persis Solo. Semoga saya bisa banyak mencetak gol untuk Persis Solo," ujar Vico melalui keterangan resmi klub. Ia juga menegaskan target utamanya adalah membawa Persis menjuarai liga dan promosi ke Liga Utama.
Bergabungnya Vico membuat Persis mengoleksi lima pemain impor. Padahal, regulasi kompetisi kasta kedua membatasi setiap klub hanya boleh menggunakan tiga pemain asing. Kondisi ini memaksa manajemen segera mencoret dua nama sebelum kompetisi bergulir lebih jauh.
Sebelumnya, Persis telah mendatangkan tiga pemain asing di awal musim: Slavko Damjanovic, Juan Mera, dan Henri Doumbia. Jelang kick-off, mereka menambah Wbeymar Angulo. Kini, dengan hadirnya Vico, spekulasi mengenai siapa yang akan tersingkir semakin menguat.
Pengamat sepak bola nasional menilai kelebihan kuota ini sebagai konsekuensi dari strategi agresif klub yang ingin segera promosi. "Persis memang berambisi besar, tapi mereka harus bijak memilih pemain asing yang benar-benar cocok dengan skema pelatih," ujar seorang analis yang enggan disebut namanya.
Jika melihat komposisi saat ini, Juan Mera disebut sebagai kandidat terdepan untuk dicoret. Sementara setelah kedatangan Vico, nama Slavko Damjanovic juga berada di ujung tanduk. Keduanya harus bersaing ketat dengan pemain asing lain yang telah menunjukkan kontribusi.
Di sisi lain, performa Persis di awal musim menunjukkan inkonsistensi. Mereka tumbang 0-2 di markas Persela Lamongan, namun bangkit dengan menghajar PSBS Biak tujuh gol tanpa balas. Kehadiran Vico diharapkan mampu menjaga konsistensi lini serang.
"Target saya adalah memenangkan liga ini dan membawa kami promosi ke Liga Utama. Saya akan memberikan yang terbaik di tiap latihan dan pertandingan serta berkontribusi lewat gol dan assist," tegas Vico.
Bagi publik sepak bola Indonesia, kasus Persis ini menjadi cerminan bagaimana klub-klub kasta kedua semakin berani mendatangkan pemain asing berkualitas. Namun, regulasi yang ketat menuntut manajemen cermat dalam meracik skuad agar tidak melanggar aturan dan tetap kompetitif.
Ke depan, keputusan Persis dalam memangkas dua pemain asing akan menjadi ujian bagi manajemen dan tim pelatih. Akankah mereka mampu mempertahankan pemain yang tepat dan mengantarkan Laskar Sambernyawa ke Liga Utama? Waktu yang akan menjawab, tetapi langkah mereka musim ini patut dicermati.



