Mantan Kekasih Presley Gerber Beri Penghormatan: "Dia Berjuang Sangat Keras"
Baca dalam 60 detik
- Lexi Wood, mantan kekasih Presley Gerber, mengunggah foto dan video kenangan di Instagram setelah kematian Presley pada Minggu (20/09/26).
- Presley diduga meninggal akibat serangan jantung setelah overdosis di Santa Monica; keluarga menyatakan sangat terpukul.
- Kisah keterbukaan Presley tentang kesehatan mental dan penyalahgunaan zat menyoroti pentingnya dukungan bagi keluarga yang menghadapi masalah serupa.

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Cindy Crawford dan Rande Gerber. Presley Gerber, putra pasangan supermodel dan pengusaha tersebut, meninggal dunia pada Minggu (20/09/26) di usia 27 tahun. Lexi Wood, mantan kekasih Presley yang juga bintang reality show Summer House, menjadi salah satu orang terdekat yang memberikan penghormatan publik melalui unggahan di Instagram.
Dalam unggahannya, Lexi membagikan momen kebersamaan mereka, disertai keterangan yang menyentuh. Ia menulis bahwa kehilangan Presley sulit diungkapkan dengan kata-kata, namun persahabatan selalu menjadi inti dari hubungan mereka. "Dia adalah salah satu orang paling baik, terbuka, penuh kasih, dan berani," tulisnya, seraya menambahkan bahwa Presley sangat romantis dan penuh perhatian.
Lexi juga menyoroti ketangguhan Presley dalam menghadapi perjuangan hidupnya. Menurutnya, Presley berjuang sangat keras dan berani terbuka tentang pergulatan tersebut. "Dia ingin menggunakan kisahnya untuk membantu orang lain, dan dia melakukannya," ujarnya. Lexi mengaku merasa beruntung pernah berbagi bertahun-tahun persahabatan dan cinta dengan Presley, dan kenangan itu akan selalu ia simpan.
Menurut informasi yang dihimpun, Presley diduga meninggal akibat serangan jantung setelah mengalami overdosis. Panggilan darurat ke polisi menyebutkan adanya overdosis di kawasan Santa Monica pada Minggu pagi, dan laporan tersebut juga mencatat serangan jantung. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga mengenai penyebab pasti kematian.
Sumber terdekat keluarga mengungkapkan kepada People bahwa keluarga sangat terpukul, terutama Kaia Gerber yang dikenal sangat dekat dengan sang kakak. "Kaia mencintai keterbukaan Presley tentang perjuangannya; keluarga sangat bangga karena dia menemukan kekuatan dengan membantu orang lain," ujar sumber tersebut.
"Dia berjuang sangat keras untuk hidupnya dan dia cukup berani untuk terbuka tentang perjuangan itu. Lebih dari apa pun, dia ingin menggunakan kisahnya untuk membantu orang lain, dan dia melakukannya." - Lexi Wood
Sebelum meninggal, Presley memang dikenal vokal tentang masalah kesehatan mental dan penyalahgunaan zat. Ia pernah menyatakan tidak ingin orang lain mengulangi "kesalahan" yang pernah ia lakukan. Pada September lalu, Kaia juga berbicara kepada Vogue tentang bagaimana perjuangan kecanduan sang kakak membentuk karakternya. "Ketika hal seperti itu terjadi dalam keluarga, itu membuat semua orang setara. Itu sebabnya saya mulai mengidentifikasi diri sebagai anak yang mudah dan tidak pernah ingin meminta bantuan. Karena rasanya terlalu berat memiliki dua anak yang membutuhkan," ujarnya.
Kepergian Presley menambah daftar panjang kasus penyalahgunaan zat di kalangan selebritas muda. Isu kesehatan mental dan kecanduan memang menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental, termasuk depresi dan penyalahgunaan napza, semakin meningkat di kalangan generasi muda. Stigma dan kurangnya akses layanan konseling seringkali menjadi penghalang bagi mereka yang membutuhkan bantuan.
Kisah Presley yang berani terbuka tentang perjuangannya bisa menjadi cermin bagi banyak keluarga di Indonesia. Dukungan keluarga dan lingkungan yang tidak menghakimi menjadi kunci pemulihan. Namun, tantangan terbesar adalah membangun sistem dukungan yang inklusif dan mudah diakses, terutama bagi mereka yang berada di usia produktif.
Ke depan, perhatian publik mungkin akan tertuju pada bagaimana keluarga Gerber-Crawford menghadapi masa sulit ini, serta apakah warisan keterbukaan Presley dapat mendorong kesadaran lebih besar tentang pentingnya kesehatan mental dan pencegahan penyalahgunaan zat, tidak hanya di dunia hiburan tetapi juga di masyarakat luas.



