Marco Palestra Pamer Fleksibilitas di Laga Melawan Milan, Fans Chelsea Terpukau
Baca dalam 60 detik
- Bek sayap asal Italia itu tampil impresif di posisi bek kiri saat Chelsea menaklukkan AC Milan 3-0 di Jakarta.
- Kemampuan dribel dan keberaniannya membawa bola membuat banyak penggemar mempertanyakan label 'bek' yang melekat padanya.
- Kepindahannya dari Atalanta ke Chelsea senilai โฌ50 juta plus bonus dinilai sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Marco Palestra, pemain internasional Italia berusia 21 tahun, menjadi sorotan utama dalam kemenangan telak Chelsea 3-0 atas AC Milan dalam laga persahabatan di Jakarta. Meski ditempatkan sebagai bek kiri, pergerakannya yang dinamis dan berani menusuk ke depan membuat banyak penggemar The Blues bertanya-tanya, apakah pemain ini sebenarnya seorang bek atau winger?
Palestra, yang menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai wing-back kanan, menunjukkan fleksibilitas luar biasa dengan bermain di sisi kiri. Dalam formasi yang berkembang menjadi 3-4-2-1, ia diberi kebebasan untuk menyerang, dan ia memanfaatkannya dengan maksimal. Aksi-aksinya di lapangan langsung membanjiri media sosial, dengan banyak penggemar yang memuji kemampuan teknisnya yang jarang dimiliki seorang bek.
Seorang penggemar menulis, "Palestra sangat menikmati bermain dengan bola sehingga dia lupa bahwa dia seorang bek." Yang lain menambahkan, "Saya belum pernah melihat pemain yang sering membawa bola seperti dia, dia benar-benar mimpi buruk bagi lawan untuk dilacak." Bahkan, keterampilan khasnya yang disebut 'gigitan ular' untuk keluar dari tekanan di lini tengah menuai pujian khusus.
Fleksibilitas Palestra sebenarnya sudah terlihat sejak musim lalu saat dipinjamkan ke Cagliari. Ia bermain di berbagai posisi, mulai dari bek kanan, wing-back kanan, hingga penyerang sayap dalam formasi tiga penyerang. Kemampuannya beradaptasi inilah yang membuat Chelsea yakin untuk merekrutnya, meskipun Inter Milan juga menginginkannya sebagai pengganti Federico Dimarco di sisi kanan.
Keputusan Palestra memilih Chelsea daripada Inter tidak lepas dari tawaran yang lebih menggiurkan, baik dari segi biaya transfer maupun gaji. Atalanta sendiri melepasnya dengan nilai sekitar โฌ50 juta, ditambah potensi bonus โฌ10 juta berdasarkan performa. Angka ini menunjukkan betapa tingginya ekspektasi terhadap pemain muda ini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, penampilan Palestra menjadi tontonan menarik, mengingat laga ini digelar di Jakarta. Kehadirannya menambah daya tarik laga pramusim yang melibatkan klub-klub Eropa, sekaligus menunjukkan bahwa talenta muda Italia terus bermunculan. Pertanyaan besarnya, akankah Palestra menjadi andalan utama Chelsea di musim kompetisi yang akan datang?
Roberto Mancini, yang dikabarkan akan menangani tim nasional Italia, juga diprediksi akan memanfaatkan fleksibilitas Palestra. Dengan kemampuan bermain di berbagai posisi, ia bisa menjadi aset berharga bagi Gli Azzurri. Namun, persaingan di lini belakang Chelsea sangat ketat, dan Palestra harus terus membuktikan konsistensinya.
Jika ia mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Milan, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu pemain kunci Chelsea dalam beberapa musim ke depan. Pertanyaannya, mampukah ia bersaing dengan pemain-pemain berpengalaman lainnya di Stamford Bridge? Waktu yang akan menjawab.



