Uji Coba di Jakarta: Chelsea Hancurkan Milan 3-0, Palestra Bersinar di Posisi Baru
Baca dalam 60 detik
- Chelsea menaklukkan AC Milan 3-0 dalam laga uji coba di Jakarta, dengan Joao Pedro mencetak dua gol dan Caicedo menambah satu gol lewat voli spektakuler.
- Marco Palestra, bek Italia, tampil impresif saat ditempatkan sebagai bek kiri oleh pelatih Chelsea, menunjukkan fleksibilitas taktis yang menarik.
- Kekalahan ini menjadi sorotan bagi Milan yang masih mencari ritme permainan setelah banyak melakukan rotasi pemain.

Laga uji coba pramusim di Jakarta berakhir telak bagi AC Milan. Chelsea sukses membungkam Rossoneri dengan skor 3-0, Minggu (8/8/2026) malam WIB. Dua gol Joao Pedro dan satu gol indah Moises Caicedo memastikan kemenangan The Blues, sekaligus menjadi sinyal positif bagi skuad asuhan Ruben Amorim.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini menjadi panggung bagi Marco Palestra, bek internasional Italia, yang dimainkan di posisi bek kiri oleh Amorim. Keputusan mengejutkan ini justru berbuah manis. Palestra tampil impresif, memberikan assist untuk peluang Danny Welbeck yang membentur tiang gawang, serta beberapa kali mengirim umpan berbahaya ke kotak penalti Milan.
Milan sendiri datang dengan skuad yang banyak dirotasi setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Inter. Rafael Leao dan Luka Modric baru mendapatkan start pertama mereka di pramusim ini. Namun, absennya Christian Pulisic, Santiago Gimenez, dan Mario Gila karena cedera membuat lini serang Milan tumpul. Mereka kesulitan mengembangkan permainan dan hanya mampu menciptakan beberapa peluang yang tidak membahayakan gawang Chelsea.
Gol pertama Chelsea tercipta pada masa injury time babak pertama. Memanfaatkan sepak pojok Caicedo, Joao Pedro yang tidak terkawal menyundul bola ke gawang Milan. Babak kedua baru berjalan 38 detik, Chelsea langsung menggandakan keunggulan. Umpan silang Pedro Neto dari sisi kanan disambar Joao Pedro dari jarak dekat, memanfaatkan kelengahan bek Milan, Filippo Terracciano.
Milan yang melakukan delapan pergantian pemain di babak kedua justru semakin kehilangan bentuk permainan. Mereka kesulitan keluar dari tekanan dan akhirnya kembali kebobolan pada menit ke-50. Kali ini, Caicedo melepaskan voli spektakuler dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Milan. Gol ini menjadi puncak penampilan impresif Caicedo sepanjang laga.
Kekalahan telak ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Milan, Paulo Fonseca. Meski hanya laga uji coba, performa tim yang rapuh dan mudah kehilangan konsentrasi menjadi sorotan. Di sisi lain, Chelsea menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa. Amorim berani merotasi pemain dan tetap tampil solid, bahkan mampu meningkatkan intensitas permainan di babak kedua.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menyaksikan langsung aksi pemain-pemain bintang dunia. Kehadiran Chelsea dan Milan di Jakarta juga menjadi bukti bahwa Indonesia semakin diperhitungkan sebagai destinasi tur pramusim klub-klub Eropa. Hal ini tentu berdampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional, baik dari segi ekonomi maupun popularitas.
Ke depan, Milan harus segera membenahi organisasi pertahanan dan ketajaman lini depannya. Sementara Chelsea, dengan kemenangan ini, menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di kompetisi musim depan. Pertanyaan besarnya, apakah performa impresif Palestra di posisi anyarnya akan membuat Amorim mempertimbangkan untuk memainkannya secara reguler di Premier League? Ataukah ini hanya strategi musim panas belaka?



