Legenda Kiper Wolves Phil Parkes Tutup Usia di 79 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Phil Parkes, kiper legendaris Wolverhampton Wanderers, meninggal dunia pada usia 79 tahun setelah menjalani perawatan medis pasca jatuh di rumahnya.
- Parkes menghabiskan 18 tahun bersama Wolves, mencatatkan 382 penampilan dan membawa tim ke final Piala UEFA 1972.
- Warisan Parkes dikenang sebagai sosok 'raksasa yang lembut' oleh rekan setimnya, John Richards, yang menyebutnya bagian tak terpisahkan dari keluarga Wolves selama 70 tahun.

Duka menyelimuti Wolverhampton Wanderers. Phil Parkes, kiper legendaris yang mengabdi selama 18 tahun, meninggal dunia pada usia 79 tahun. Kabar ini dikonfirmasi oleh pihak klub pada hari ini, menyebut bahwa Parkes telah menjalani perawatan medis intensif setelah mengalami jatuh di kediamannya pada 2025.
Parkes bergabung dengan Wolves sejak usia sekolah pada 1960, kemudian menembus tim utama pada 1966. Selama kariernya di Molineux, ia mencatatkan 382 penampilan dan menjadi salah satu pilar di bawah mistar gawang. Puncaknya, ia mengantarkan Wolves ke final Piala UEFA 1972, meski harus mengakui keunggulan Tottenham Hotspur dengan agregat 2-3.
Setelah meninggalkan Wolves pada 1978, Parkes melanjutkan karier di Amerika Utara bersama Vancouver Whitecaps dan Chicago Sting sebelum pensiun pada 1983. Namun, ikatan emosionalnya dengan Wolves tak pernah putus. Ia aktif di asosiasi mantan pemain dan pada 2023 resmi dilantik ke dalam Hall of Fame klub.
John Richards, rekan setim Parkes di era 1970-an, mengenang sosoknya dengan penuh haru. "Ini hari yang menyedihkan. Pagi ini saya menerima banyak telepon dari mantan pemain dan teman-teman Phil yang menyampaikan belasungkawa," ujarnya kepada BBC Radio WM. Richards menggambarkan Parkes sebagai pribadi yang tampak menakutkan di lapangan, tetapi sebenarnya "raksasa yang lembut" dengan hati besar. "Dia selalu ada untuk melindungi teman-temannya. Julukannya 'Lofty' atau 'si besar' sangat melekat, dan dia benar-benar hidup dengan julukan itu," kenangnya.
Wolves dalam pernyataan resminya menyampaikan duka mendalam. "Pikiran dan doa kami tertuju kepada orang-orang terkasih Lofty di masa duka ini. Detail penghormatan lebih lanjut akan diumumkan kemudian," tulis klub. Parkes juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan setia, menghabiskan hampir 70 tahun sebagai bagian dari keluarga besar Wolves.
Kepergian Parkes menjadi pengingat akan pentingnya figur-figur legendaris dalam membangun identitas sebuah klub. Di Indonesia, fenomena serupa terlihat pada klub-klub besar seperti Persija Jakarta atau Persib Bandung, di mana mantan pemain sering kali tetap terlibat dalam kegiatan komunitas dan menjadi panutan bagi generasi muda. Dedikasi Parkes yang bertahan puluhan tahun setelah pensiun menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar karier, melainkan ikatan seumur hidup.
Warisan Parkes tidak hanya diukur dari statistik, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap rekan setim dan penggemar. Richards menegaskan bahwa kehilangan ini sangat besar, mengingat Parkes telah menjadi bagian dari keluarga Wolves selama tujuh dekade. Pertanyaannya, bagaimana klub akan mengabadikan jasanya? Apakah akan ada patung, nama tribun, atau penghormatan khusus lainnya? Yang jelas, nama Phil Parkes akan selalu terukir dalam sejarah Wolves.



