Sophia Laforteza, Vokalis Katseye, Mundur Sementara demi Pulihkan Kesehatan Mental
Baca dalam 60 detik
- Sophia Laforteza, leader Katseye, resmi rehat dari aktivitas grup atas rekomendasi dokter, diumumkan Hybe dan Geffen melalui Weverse.
- Keputusan ini diambil menjelang perilisan dokumenter dan EP ketiga Katseye, menandai tekanan industri hiburan yang semakin disorot.
- Langkah Sophia menyusul rehat serupa Manon Bannerman, memicu diskusi tentang beban mental idol K-pop dan pentingnya dukungan psikologis.

Sophia Laforteza, pemimpin grup vokal global Katseye, resmi mengambil jeda dari seluruh aktivitas promosi untuk memulihkan kondisi mentalnya. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh dua label raksasa yang menaunginya, Hybe dan Geffen, melalui platform resmi Weverse pada Jumat lalu.
Dalam pernyataan bersama, kedua perusahaan menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah konsultasi mendalam dengan tenaga medis profesional. Sophia disarankan untuk menjalani istirahat panjang dan perawatan berkelanjutan agar bisa pulih sepenuhnya. Manajemen juga memastikan bahwa kondisi kesehatannya akan dievaluasi kembali pada September mendatang, dengan pembaruan yang akan disampaikan kepada penggemar.
Kabar ini tentu menjadi pukulan berat bagi para penggemar Katseye, terutama karena jeda ini terjadi hanya beberapa hari sebelum perilisan dokumenter pertama grup berjudul Katseye: Wild Hearts dan EP ketiga mereka, Wild, yang dijadwalkan rilis pada 14 Agustus 2026. Namun, manajemen menegaskan bahwa Sophia tetap bersemangat untuk kembali tampil bersama rekan-rekannya, Daniela Avanzini, Lara Raj, Megan Skiendiel, dan Yoonchae Jeung.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Sophia mengaku berat hati mengambil keputusan ini. Ia menyadari bahwa menjaga kesehatan pikiran dan tubuh adalah langkah penting agar bisa terus berkarya di masa depan. Ia pun meminta dukungan penggemar untuk tetap setia mendukung Katseye meski tanpa dirinya untuk sementara waktu.
Yang menarik, Sophia bukanlah anggota pertama Katseye yang mengambil jeda karena alasan kesehatan mental. Sebelumnya, Manon Bannerman juga mengumumkan hiatus serupa pada 20 Februari 2026. Meski spekulasi penggemar terus berkembang, pihak manajemen belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kondisi Bannerman.
Katseye sendiri merupakan grup pop multinasional berbasis di Los Angeles yang menggabungkan model pelatihan ala K-pop dengan pengaruh musik Barat. Terbentuk pada 2023 melalui kompetisi The Debut: Dream Academy besutan Hybe dan Geffen, grup ini beranggotakan penyanyi dari Filipina, Korea Selatan, Swiss, dan Amerika Serikat. Nama Katseye sendiri diambil dari batu mulia krisoberil yang dikenal sebagai mata kucing, melambangkan keberagaman bakat dan evolusi artistik para anggotanya.
Fenomena hiatus karena kesehatan mental ini bukan hanya terjadi di Katseye. Industri K-pop secara luas tengah menghadapi sorotan tajam terkait tekanan psikologis yang dialami para idol. Jadwal padat, tuntutan penampilan sempurna, dan ekspektasi penggemar yang tinggi sering kali menjadi beban berat. Langkah Sophia dan Manon menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, ada manusia yang perlu waktu untuk merawat diri.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini mungkin terasa dekat. Popularitas Katseye yang meroket, termasuk lewat singel seperti Touch, Gnarly, dan Gabriela yang dinominasikan Grammy, membuat grup ini memiliki basis penggemar yang besar di Asia Tenggara. Dukungan moral dari penggemar Indonesia tentu diharapkan bisa menjadi energi positif bagi Sophia dan seluruh anggota Katseye.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah bagaimana industri hiburan, khususnya K-pop, akan merespons tren ini. Apakah akan muncul kebijakan baru yang lebih ramah terhadap kesehatan mental para artis? Atau justru semakin banyak idol yang berani bersuara? Yang jelas, langkah Sophia dan Manon telah membuka ruang diskusi yang lebih sehat tentang pentingnya keseimbangan antara karier dan kesehatan pribadi.



