Everton Bidik Conrad Harder, Striker Muda Denmark yang Disebut Mirip Lukaku
Baca dalam 60 detik
- Everton dikabarkan memantau Conrad Harder, penyerang muda Denmark yang bersinar di Strasbourg, sebagai solusi jangka panjang lini depan.
- Kegagalan mendatangkan Folarin Balogun dan Joshua Zirkzee pada bursa transfer musim panas lalu membuat manajemen Everton harus mencari alternatif baru.
- Jika transfer terwujud, Harder diprediksi menjadi penerus Romelu Lukaku yang pernah mencetak 87 gol untuk Everton, sekaligus mengangkat profilnya di pasar global.

Everton dilaporkan tengah mengincar Conrad Harder, penyerang muda Denmark yang kini berseragam Strasbourg, sebagai bagian dari upaya jangka panjang memperkuat lini depan. Ketertarikan ini muncul setelah The Toffees gagal mendatangkan target utama pada bursa transfer musim panas lalu, meninggalkan manajer David Moyes dengan opsi terbatas di posisi nomor sembilan.
Kegagalan tersebut bukan tanpa drama. Everton sempat dikaitkan erat dengan Folarin Balogun, namun penyerang Monaco itu dikabarkan berubah pikiran. Upaya mendatangkan Joshua Zirkzee dari Manchester United juga kandas di menit-menit akhir. Alhasil, Thierno Barry menjadi satu-satunya penyerang tengah yang tersisa, meski pemain berusia 23 tahun itu telah menyumbang lima gol di semua kompetisi musim ini.
Moyes pun dituntut bergerak cepat. Sejumlah nama senior seperti Mauro Icardi dan Anthony Martial sempat disebut-sebut sebagai opsi sementara, tetapi manajemen Everton tampaknya lebih memilih investasi jangka panjang. Dalam konteks ini, Harder muncul sebagai kandidat ideal.
Harder bukan nama yang benar-benar asing di jagat pemandu bakat. Penulis sepak bola Zach Lowy menyebutnya sebagai "berlian mentah", sementara pengamat talenta Jacek Kulig memuji kemampuan tendangannya sebagai "fenomenal". Kombinasi kecepatan, fisik, dan kaki kiri mematikan membuatnya sering dibandingkan dengan Lukaku muda.
"Ball striking-nya benar-benar luar biasa. Ia bisa melepas tembakan keras dari berbagai sudut," ujar Jacek Kulig, seperti dikutip dari laporan pemandu bakat.
Everton sendiri memiliki sejarah panjang dengan penyerang tipe seperti itu. Lukaku, yang datang dengan status pinjaman dari Chelsea pada 2013, menjelma menjadi mesin gol dan menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di Premier League. Pencarian penerusnya masih berlangsung hingga kini, dengan Dominic Calvert-Lewin sebagai satu-satunya yang mendekati level tersebut.
Bagi pembaca di Indonesia, saga transfer ini bukan sekadar hiruk-pikuk klub Inggris. Everton adalah salah satu klub dengan basis penggemar besar di Asia Tenggara, dan pergerakan mereka di bursa transfer kerap menjadi barometer bagi klub-klub Liga 1 dalam hal strategi rekrutmen pemain muda. Jika Harder benar-benar mendarat di Goodison Park, ia bisa menjadi contoh bagaimana klub papan tengah Premier League bersaing untuk talenta potensial dari liga-liga kecil Eropa.
Namun, jalan menuju kesepakatan tidak mulus. Leeds United sempat dikaitkan erat dengan Harder sebelum ia dipinjamkan ke Strasbourg. Chelsea juga disebut memantau perkembangannya karena hubungan dengan klub Ligue 1 tersebut. Everton harus bersabar hingga musim panas mendatang atau mencoba mendorong kepindahan lebih cepat pada Januari.
Yang jelas, kebutuhan akan penyerang tengah sudah menjadi prioritas utama bagi Moyes. Dengan Barry yang masih muda dan belum konsisten, kehadiran Harder bisa memberikan dimensi baru dalam serangan Everton. Pertanyaannya, apakah manajemen mampu meyakinkan sang pemain dan Strasbourg untuk melepasnya, atau justru klub lain yang lebih cepat bergerak?



