Netflix Hadirkan Pengalaman Imersif KPop Demon Hunters di Dallas dan Philadelphia
Baca dalam 60 detik
- Netflix resmi mengumumkan KPop Demon Hunters: The Immersive Experience, atraksi interaktif yang akan digelar di Netflix House Dallas dan Philadelphia.
- Pengunjung diajak menyelami alur cerita bersama Huntr/x, menghadapi Gwi-Ma, dan bertemu Derpy Tiger melalui teknologi 3D, aktor langsung, serta animasi khusus.
- Tiket dijual bertahap mulai 22 September untuk pemegang MasterCard, dengan harga umum $39 dan paket VIP hingga $99.

Netflix memperluas waralaba KPop Demon Hunters ke ranah luring melalui pengumuman resmi KPop Demon Hunters: The Immersive Experience, sebuah atraksi interaktif yang akan berlangsung di dua lokasi Netflix House, Dallas dan Philadelphia. Langkah ini menandai babak baru strategi perusahaan dalam mengubah konten streaming menjadi pengalaman fisik yang dapat dijual terpisah, sekaligus menguji seberapa jauh basis penggemar animasi Korea-Amerika tersebut bersedia membayar untuk terlibat langsung.
Berbeda dari pameran atau tur konser biasa, acara ini dirancang sebagai petualangan berbasis narasi. Menurut keterangan Netflix, pengunjung akan dibawa ke area belakang panggung bersama grup Huntr/x tepat sebelum malam pembuka tur dunia mereka. Ketegangan meningkat ketika Gwi-Ma, antagonis utama dalam film, menyerang venue. Dari titik itu, peserta diajak bergabung dengan Huntr/x untuk melawan pasukan iblis melalui set interaktif, layar sentuh, dan teknologi 3D. Alur cerita disampaikan lewat musik serta tantangan berbasis permainan yang melibatkan aktor langsung dan animasi khusus.
Marian Lee, Chief Marketing Officer Netflix, menegaskan bahwa penggemar tidak sekadar menonton, melainkan ingin hidup di dalam dunia HUNTR/X. Ia menyebut Netflix House sebagai rumah permanen bagi fandom semacam ini, tempat setiap detail—dari menyanyikan lagu-lagu yang sudah hafal di luar kepala, berhadapan dengan iblis, hingga bertemu Derpy Tiger—dirancang agar penggemar segala usia dapat merasakan, mendengar, dan melihat dunia tersebut sesuai imajinasi mereka.
"Penggemar tidak hanya ingin menonton KPop Demon Hunters, mereka ingin hidup di dunia HUNTR/X. Netflix House adalah tempat fandom seperti ini bisa hidup sepanjang tahun, jadi ini rumah yang sempurna untuk semua yang diminta penggemar." — Marian Lee, CMO Netflix.
Dari sisi bisnis, penetapan harga tiket menunjukkan Netflix tengah menguji model pendapatan baru di luar langganan bulanan. Tiket umum dibanderol $39, sementara anak-anak usia 3–12 tahun dikenai $34. Paket VIP dijual $89 pada hari kerja dan $99 pada akhir pekan, dengan bonus akses lounge, suvenir bertema, dan antrean prioritas. Strategi berlapis ini lazim di industri taman hiburan, tetapi relatif jarang dilakukan perusahaan streaming yang selama ini bergantung pada konten digital.
Bagi pasar Indonesia, langkah ini memberikan sinyal bahwa konten K-pop dan animasi Korea semakin dianggap sebagai aset lintas platform. Meski atraksi fisiknya baru tersedia di Amerika Serikat, popularitas KPop Demon Hunters di Indonesia—terlihat dari ramainya pembahasan di media sosial dan platform streaming—membuka peluang bagi penyelenggara lokal untuk mengadopsi format serupa, misalnya pameran imersif atau konser berbasis cerita. Jika respons di Dallas dan Philadelphia positif, bukan tidak mungkin Netflix memperluas konsep ini ke Asia, termasuk Jakarta, sebagai bagian dari strategi globalisasi Netflix House.
Selain atraksi ini, Netflix sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa sekuel film KPop Demon Hunters sedang digarap oleh Maggie Kang dan Chris Appelhans. Namun, waktu rilisnya kemungkinan mundur dari perkiraan awal 2029. Seorang eksekutif Sony Pictures Animation dalam wawancara terpisah menilai jadwal tersebut tidak realistis mengingat lamanya proses produksi animasi berkualitas tinggi. Ketidakpastian ini justru membuat kehadiran The Immersive Experience semakin strategis: ia menjaga keterlibatan penggemar di sela jeda panjang menuju sekuel.
Dengan model tiket berjenjang dan pengalaman yang menggabungkan musik, permainan, serta narasi, Netflix seolah menguji seberapa dalam loyalitas penggemar dapat dikonversi menjadi pendapatan langsung. Pertanyaannya, apakah antusiasme terhadap KPop Demon Hunters cukup kuat untuk membuat pengalaman semacam ini berkelanjutan, ataukah ini hanya fenomena sementara yang bergantung pada momentum perilisan film? Jawabannya akan terlihat dari seberapa cepat tiket di Dallas dan Philadelphia habis.



