Kebakaran Gedung Bapenda DKI: Satu Korban Selamat, 100 Personel Damkar Dikerahkan
Baca dalam 60 detik
- Satu orang berhasil dievakuasi dari gedung Bapenda DKI Jakarta yang terbakar pada Jumat malam, dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
- Sebanyak 20 unit dan 100 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang mulai berkobar sekitar pukul 21.00 WIB.
- Penyebab kebakaran dan potensi korban lain masih dalam penyelidikan, menyoroti pentingnya audit keselamatan gedung perkantoran publik.

Petugas gabungan dari Kepolisian dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta berhasil mengevakuasi satu orang yang sempat terjebak di dalam Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang dilanda kebakaran, Sabtu dini hari. Korban ditemukan dalam kondisi selamat dan segera mendapatkan perawatan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Peristiwa ini bermula pada Jumat malam, ketika api pertama kali terlihat membubung dari gedung yang terletak di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, sekitar pukul 21.00 WIB. Kurang dari satu jam kemudian, pada pukul 21.41, tim pemadam kebakaran mulai berupaya menjinakkan si jago merah. Hingga Sabtu dini hari pukul 01.30 WIB, satu korban berhasil diselamatkan, sementara petugas terus menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Skala respons yang dikerahkan cukup masif. Berdasarkan laporan Command Center Gulkarmat DKI Jakarta, sebanyak 20 unit mobil pemadam dengan 100 personel diterjunkan ke lokasi. Angka ini menunjukkan keseriusan penanganan, mengingat gedung Bapenda merupakan salah satu aset penting Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menyimpan data dan dokumen perpajakan daerah.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri. Tim gabungan dari kepolisian dan Gulkarmat masih melakukan pendalaman di lapangan, termasuk kemungkinan adanya korsleting listrik atau faktor lain yang kerap memicu kebakaran di gedung perkantoran. Pihak berwenang juga belum merilis perkiraan kerugian materiil, namun yang jelas, insiden ini mengganggu operasional layanan pajak daerah yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama Pemprov DKI Jakarta.
Kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan gedung-gedung publik di Indonesia, terutama yang menyimpan data sensitif dan melayani masyarakat. Meski belum ada laporan korban jiwa, kejadian ini memunculkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur kebakaran, seperti sistem alarm, sprinkler, dan jalur evakuasi, di gedung-gedung milik pemerintah. Apakah sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku, dan bagaimana pengawasan rutinnya?
Ke depan, insiden ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk melakukan audit keselamatan gedung secara berkala. Bagi warga Jakarta, peristiwa ini juga menjadi pengingat untuk selalu waspada dan mengetahui prosedur evakuasi saat berada di gedung bertingkat, karena keselamatan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.



