Earth, Wind and Fire Batalkan Konser Bareng Lionel Richie: Anggota Band Alami Darurat Medis
Baca dalam 60 detik
- Penampilan Earth, Wind and Fire di San Francisco batal mendadak karena seorang personel mengalami kondisi medis kritis.
- Konser yang dijadwalkan ulang ini menjadi pukulan kedua bagi tur Lionel Richie setelah sang legenda sempat pingsan di atas panggung.
- Penggemar diminta menyimpan tiket untuk tanggal baru, sementara spekulasi tentang kondisi personel yang sakit masih mengemuka.

Penampilan Earth, Wind and Fire sebagai pembuka konser Lionel Richie di Chase Center, San Francisco, Kamis (6/8) mendadak batal. Grup legendaris asal Chicago itu mengumumkan pembatalan beberapa jam sebelum panggung dimulai, dengan alasan salah satu personelnya mengalami darurat medis. Keputusan ini memaksa pihak promotor menjadwalkan ulang konser yang merupakan bagian dari tur Sing A Song All Night Long tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di Instagram, Earth, Wind and Fire menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada para penggemar. Mereka menegaskan bahwa kondisi salah satu anggota band memaksa seluruh tim untuk tidak bisa tampil. "Kami tidak dapat tampil sesuai jadwal malam ini di Chase Center San Francisco karena darurat medis yang melibatkan salah satu anggota band kami," tulis mereka. Manajemen juga memastikan tiket yang sudah dibeli tetap berlaku untuk tanggal pengganti, atau pengembalian dana dapat dilakukan di titik pembelian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai identitas personel yang mengalami masalah kesehatan. Publik hanya bisa berspekulasi, mengingat grup yang dikenal lewat hit September itu selama ini jarang membatalkan pertunjukan. Kejadian ini sekaligus menjadi ujian bagi ketahanan fisik para musisi yang rata-rata sudah berusia di atas 70 tahun, termasuk Lionel Richie sendiri yang kini menginjak 77 tahun.
Ini bukan kali pertama tur ini diterpa masalah kesehatan. Pada bulan lalu, Lionel Richie sendiri sempat membuat penggemar cemas ketika ia tampak pusing dan duduk di panggung saat membawakan lagu Dancing on the Ceiling di St. Paul, Minnesota. Ia kemudian meninggalkan panggung lebih awal. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyarankan istirahat total, sehingga dua konser di Chicago dan Columbus harus ditunda. Richie baru kembali tampil di Pittsburgh dan Detroit, dan mengaku sudah pulih. "Saya baik-baik saja dan berterima kasih atas semua doa dan dukungan," tulisnya di Instagram.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa jadwal tur internasional sangat rentan terhadap perubahan mendadak. Meski tidak ada konser Lionel Richie di Tanah Air dalam waktu dekat, para penggemar yang berencana menyaksikan tur serupa di Asia Tenggara perlu memantau pengumuman resmi dari promotor. Industri musik Indonesia sendiri sudah terbiasa dengan dinamika seperti ini, terutama setelah pandemi, di mana kesehatan artis menjadi prioritas utama. Promotor lokal biasanya memiliki kebijakan pengembalian dana yang jelas, namun tetap saja kekecewaan penggemar tidak bisa dihindari.
Para analis menilai bahwa kejadian ini menyoroti tantangan besar bagi tur besar yang melibatkan artis senior. Biaya produksi yang tinggi dan jadwal padat membuat risiko kesehatan semakin besar. Earth, Wind and Fire, yang sudah aktif sejak 1969, tetap menjadi salah satu band paling laris di dunia, namun usia personelnya rata-rata di atas 70 tahun. Hal serupa juga dialami oleh The Rolling Stones atau Paul McCartney yang harus pintar-pintar mengatur ritme tur.
Pihak promotor, Live Nation, belum merilis tanggal pengganti untuk konser San Francisco. Namun, mereka memastikan bahwa pengumuman akan segera menyusul. Sementara itu, Lionel Richie dijadwalkan melanjutkan tur di Toronto, Kanada, pada pekan depan. Pertanyaannya, akankah tur ini berjalan mulus tanpa insiden kesehatan lagi? Atau justru menjadi pelajaran bagi industri untuk lebih memperhatikan kondisi fisik para legenda musik?



