Halle Berry Akui Cemas Lepas Anak Kuliah, Siap Kolaborasi dengan Zendaya
Baca dalam 60 detik
- Halle Berry mengungkapkan rasa takut dan bangga saat putrinya, Nahla, meninggalkan rumah untuk kuliah.
- Aktris peraih Oscar itu juga menyebut Zendaya sebagai sosok manis dan berharap bisa bekerja sama di masa depan.
- Kisah ini menyoroti dinamika keluarga selebriti dan potensi kolaborasi lintas generasi di Hollywood.

Halle Berry, aktris peraih Academy Award, baru-baru ini berbagi perasaan campur aduk ketika putri sulungnya, Nahla Aubry, 18 tahun, meninggalkan rumah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dalam wawancara dengan People, Berry mengaku merasa "sedikit takut" namun juga sangat bangga.
Nahla, buah cintanya dengan mantan pasangan Gabriel Aubry, kini menempuh studi di negara bagian lain. Berry, 60 tahun, menyebut momen tersebut sebagai pengalaman pertama melepas anak dari sarang. "Dia anak pertama yang pergi dan dia gadis kecilku. Aku bangga, tapi ada rasa takut. Dia sekarang hidup sendiri di dunia luar," ujarnya.
Meski demikian, Berry berharap Nahla dapat membuat keputusan yang tepat dan memanfaatkan pengalamannya sebaik mungkin. Ia dan ayah Nahla berharap pola asuh yang diberikan selama ini menjadi bekal yang cukup.
Di sisi lain, putra Berry, Maceo, 12 tahun, tampaknya menikmati perubahan dinamika keluarga. Ia senang bisa tidur di kamar Nahla dan merasa seperti anak tunggal. "Ada keuntungannya. Mereka tidak perlu berkompromi lagi. Kami tidak perlu sepakat soal makan malam. Dia bisa memutuskan sendiri," kata Berry. Namun, ia mengakui Maceo tetap merindukan kakaknya dan suasana rumah terasa berbeda tanpa Nahla.
Dalam wawancara yang sama, Berry juga menyinggung tentang Zendaya, bintang Euphoria, yang baru-baru ini tampil di Emmy Awards dengan busana yang memberikan penghormatan kepada gaya Berry. Berry mengaku telah berbicara dengan Zendaya dan menyebutnya sebagai "sosok yang manis".
"Aku ingin mencari proyek yang bisa kami kerjakan bersama suatu hari nanti. Aku hanya pendukungnya. Aku suka semua yang dia lakukan. Dia mengubah permainan bagi generasinya," ujar Berry.
Pernyataan Berry ini menunjukkan apresiasi lintas generasi di industri hiburan. Kolaborasi antara aktris senior dan bintang muda seperti Zendaya berpotensi menarik perhatian pasar global, termasuk Indonesia, di mana penggemar film Hollywood cukup besar.
Bagi pembaca di Indonesia, kisah Berry bisa menjadi cerminan bagaimana keluarga menghadapi transisi anak menuju dewasa, terlepas dari status selebriti. Sementara itu, potensi kerja sama Berry-Zendaya dapat menjadi tontonan yang dinanti, mengingat keduanya memiliki basis penggemar yang kuat.
Ke depan, apakah kolaborasi ini akan terwujud? Atau justru menjadi ajang regenerasi di Hollywood yang semakin memperkuat representasi perempuan lintas usia? Waktu yang akan menjawab, tetapi antusiasme publik tampaknya sudah mulai terbentuk.



