Investor Korea Kembali Serbu Wall Street: Kekalahan KOSPI Gagalkan Upaya Pemerintah Menahan Dana di Dalam Negeri
Baca dalam 60 detik
- Pembelian saham AS oleh investor ritel Korea melonjak ke $4,6 miliar pada Juli, tertinggi dalam enam bulan, saat KOSPI jatuh terburuk sejak krisis 2008.
- Kekalahan pasar domestik memicu kekhawatiran keluarnya dana kelolaan yang dapat menekan nilai won dan menggagalkan reformasi tata kelola perusahaan Korea.
- Dengan imbal hasil AS yang tetap menarik dan ketidakpastian AI, arus modal Korea diperkirakan akan terus mengalir ke luar negeri, menambah tekanan pada pasar domestik.

Kekalahan telak indeks KOSPI di bursa Korea Selatan telah membalikkan arah kebijakan pemerintah yang berupaya memulangkan investor ritel 'semut' ke pasar domestik. Data menunjukkan arus pembelian saham Amerika Serikat oleh investor Korea mencapai rekor tertinggi dalam enam bulan terakhir, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas nilai won dan efektivitas program insentif pajak yang digulirkan Seoul.
Pada Juli lalu, ketika KOSPI mencatat penurunan bulanan terburuk sejak krisis keuangan global 2008, investor ritel Korea membeli saham AS senilai $4,6 miliar, jauh melampaui rata-rata bulanan $2,7 miliar sepanjang 2025. Angka ini bahkan melampaui pembelian saham domestik untuk pertama kalinya sejak Februari, menandakan larinya kepercayaan diri pasar lokal secara dramatis.
Fenomena ini mengancam mengulang pola lama di mana investor Korea lebih memilih pasar AS yang dianggap lebih stabil dan menguntungkan. Menurut analis NH Investment Securities, Kwon Ah-min, kejatuhan KOSPI telah memicu pandangan bahwa AS adalah pilihan yang tepat, dan investor mulai lelah dengan ketidakpastian pasar domestik. "Mereka lelah dengan pasar domestik," ujarnya.
Pemerintah Korea sebenarnya telah berupaya menarik minat investor dengan memberikan insentif pajak bagi mereka yang menjual saham luar negeri dan membeli saham lokal, serta mendorong reformasi tata kelola perusahaan. Namun, aksi jual besar-besaran yang menyeret KOSPI turun 33 persen dari puncaknya pada Juni telah memupuskan kesabaran investor. Penurunan ini terutama dipicu oleh aksi jual saham Samsung Electronics dan SK Hynix yang berkontribusi pada 76 persen dari total kerugian pasar senilai 2.257,8 triliun won, akibat kekhawatiran atas keberlanjutan belanja AI dan persaingan ketat dari produsen China.
Di sisi lain, indeks Nasdaq justru relatif stabil pada periode yang sama, memperkuat daya tarik pasar AS. Analis Bank of America memperingatkan bahwa jika pasar Korea terus tertinggal, arus keluar dana ritel domestik dapat kembali terjadi, yang pada akhirnya akan mempersulit penguatan nilai won. "Jalur untuk mencapai dinamika arus portofolio yang sehat sangat sempit," tulis mereka dalam catatan riset.
Penguatan won sebesar 8 persen pada Juli, didorong oleh repatriasi dana SK Hynix, justru semakin mengurangi insentif bagi investor untuk membawa pulang investasi luar negeri mereka. Dengan ekspektasi suku bunga AS yang tetap tinggi, banyak investor memilih untuk mempertahankan aset dalam dolar. Data menunjukkan penurunan pertama dalam simpanan ritel di Re-shoring Investment Accounts, program yang diluncurkan Maret lalu, sementara dana yang masuk ke reksa dana berfokus AS terus mengalir deras.
Bagi Indonesia, fenomena ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga daya tarik pasar modal domestik di tengah persaingan global. Arus modal asing yang keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat diperparah jika kebijakan insentif tidak diimbangi dengan fundamental ekonomi yang kuat dan stabilitas politik. Investor ritel Indonesia juga mulai melirik pasar global, terutama saham teknologi AS, sebagai alternatif investasi yang lebih menjanjikan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah pemerintah Korea mampu mengembalikan kepercayaan investor dengan kebijakan yang lebih efektif, atau apakah arus dana ke luar negeri akan terus berlanjut, meninggalkan pasar domestik yang lesu. Bagi pasar Asia lainnya, termasuk Indonesia, dinamika ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan investor adalah aset yang paling berharga dan sulit untuk dipulihkan setelah hilang.



