Janice Tjen Tersingkir di Babak Awal Ganda WTA Toronto: Langkah Indonesia Kini Bertumpu pada Aldila Sutjiadi
Baca dalam 60 detik
- Janice Tjen dan Katarzyna Piter kalah 4-6, 0-6 dari Hunter/Krawczyk di babak pertama WTA 1000 Toronto, menambah daftar kegagalan di turnamen tersebut.
- Performa ganda Indonesia menunjukkan tren positif dengan tiga gelar WTA, namun konsistensi di level atas masih menjadi pekerjaan rumah.
- Aldila Sutjiadi menjadi harapan terakhir Indonesia di Toronto, menghadapi unggulan keempat Mladenovic/Guo pada Sabtu dini hari.

Petenis Indonesia Janice Tjen harus mengakhiri kiprahnya di WTA 1000 National Bank Open 2026 lebih cepat dari harapan. Berduet dengan Katarzyna Piter dari Polandia, ia takluk 4-6, 0-6 dari pasangan Australia-Amerika Serikat, Storm Hunter dan Desirae Krawczyk, pada babak pertama sektor ganda, Jumat WIB. Kekalahan ini menjadi pukulan kedua setelah sebelumnya ia juga tersingkir di nomor tunggal.
Pertandingan yang berlangsung 1 jam 11 menit itu memperlihatkan dominasi mutlak Hunter/Krawczyk. Pasangan unggulan tersebut sukses mengonversi lima dari tujuh peluang break point, sementara Janice/Piter hanya mampu memanfaatkan satu dari lima kesempatan. Statistik servis pertama pun berbicara: Hunter/Krawczyk memenangi 79,3 persen poin di servis pertama, berbanding jauh dengan efektivitas lawan.
Pada set pertama, kedua pasangan sempat saling mematahkan servis, namun break krusial di gim ketujuh mengubah arah permainan. Memasuki set kedua, Hunter/Krawczyk tampil semakin agresif, mematahkan servis lawan tiga kali dan menutup set dengan skor telak 6-0. Secara keseluruhan, mereka memenangi 54 dari 95 poin yang diperebutkan (56,8 persen).
Kegagalan di Toronto ini menjadi catatan tersendiri bagi Janice, yang sebelumnya mengawali turnamen dengan modal dua gelar WTA bersama Piter: WTA 250 Guangzhou 2025 dan WTA 250 Hobart 2026. Di luar kemitraan itu, ia juga menjuarai WTA 125 Birmingham Classic 2026 bersama Talia Gibson. Namun, hasil di turnamen level 1000 ini menunjukkan bahwa konsistensi di panggung yang lebih bergengsi masih menjadi tantangan.
- Janice/Piter hanya mengonversi 1 dari 5 break point, sementara lawan 5 dari 7.
- Hunter/Krawczyk memenangi 79,3% poin servis pertama (23 dari 29).
- Total poin: Hunter/Krawczyk 54, Janice/Piter 41 dari 95 poin.
Bagi Indonesia, sorotan kini beralih ke Aldila Sutjiadi yang berpasangan dengan Erin Routliffe dari Selandia Baru. Mereka dijadwalkan menghadapi unggulan keempat, Kristina Mladenovic dan Hanyu Guo, pada Sabtu (8/8) dini hari WIB. Laga ini menjadi ujian berat, tetapi juga peluang untuk menjaga asa Indonesia di turnamen level 1000.
Performa ganda putri Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan peningkatan. Keberhasilan Janice dan Aldila menembus level WTA 1000 merupakan sinyal positif bagi perkembangan tenis nasional. Namun, untuk bersaing secara konsisten di level tertinggi, diperlukan pembinaan yang lebih terstruktur dan dukungan turnamen yang lebih banyak di dalam negeri.
โKami melihat potensi besar dari para petenis muda Indonesia, tetapi mereka butuh pengalaman bertanding di level tinggi secara rutin,โ ujar pengamat tenis nasional, Bambang Hermawan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: dapatkah Indonesia melahirkan lebih banyak petenis yang mampu bersaing di WTA 1000 dan Grand Slam? Dengan talenta yang ada, jawabannya mungkin terletak pada bagaimana ekosistem tenis nasional dibangunโdari pembinaan usia dini hingga dukungan finansial untuk tur internasional.



