Pusat Olahraga Queenstown Kembali Dibuka: Perpaduan Fasilitas Kelas Dunia dan Warisan Sejak 1970
Baca dalam 60 detik
- Setelah tiga tahun renovasi, Queenstown Sport Centre di Singapura resmi beroperasi kembali pada 8 Agustus dengan berbagai fasilitas mutakhir.
- Fasilitas baru mencakup gym seluas 1.000 meter persegi, kolam renang adaptif, serta arena dry-dive untuk atlet nasional.
- Renovasi ini mempertahankan elemen ikonik seperti atap khas dan mural, menarik minat generasi baru sekaligus menjaga nostalgia warga lama.

Singapura, 8 Agustus โ Setelah menjalani renovasi besar-besaran selama tiga tahun, Queenstown Sport Centre akhirnya membuka kembali pintunya untuk publik. Pusat kebugaran yang telah menjadi ikon olahraga sejak 1970 ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan atlet elit, dengan berbagai fasilitas berstandar internasional.
Salah satu daya tarik utama adalah gedung annexe baru yang menampung gym ActiveSG seluas sekitar 1.000 meter persegi dengan konsep terbuka, dilengkapi dua ruang aktivitas. Gym ini tidak hanya menyediakan peralatan konvensional untuk latihan kekuatan, tetapi juga mesin HUR yang menggunakan teknologi udara terkompresi. Teknologi ini memungkinkan latihan yang lebih aman dan mudah diakses, terutama bagi para lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Kepala ActiveSG, Tan Hock Leong, menegaskan bahwa inklusivitas menjadi prioritas dalam desain pusat olahraga ini. "Kami ingin memastikan bahwa lansia dan penyandang disabilitas dapat menggunakan fasilitas dengan nyaman. Perencanaan program dan tata ruang harus dipikirkan matang, bukan sekadar pelengkap," ujarnya. Selain itu, berbagai fitur aksesibilitas seperti lift sentral, jalur landai, dan kolam renang dengan alat angkat portabel untuk penyandang disabilitas juga telah disediakan. Ruang ganti dan toilet yang direnovasi kini dilengkapi dengan meja ganti yang dapat diatur ketinggiannya.
Bagi para atlet profesional, pusat ini menawarkan fasilitas yang tidak kalah canggih. Lapangan rugby telah dirombak total dengan sistem rumput sintetis khusus yang memenuhi standar World Rugby. Ada pula ruang ganti khusus tim dan lintasan lari yang telah dilapisi ulang. Namun, yang paling menarik perhatian adalah fasilitas dry-dive yang baru dibangun, berdampingan dengan kolam renang sedalam 4,5 meter yang menjadi ciri khas pusat ini. Fasilitas ini memungkinkan atlet selam Singapura untuk berlatih dengan volume tinggi tanpa risiko benturan dengan air, memberikan lingkungan yang aman dan terkontrol untuk menyempurnakan teknik.
Queenstown Sport Centre bukan sekadar gedung olahraga; ia adalah saksi bisu sejarah Singapura. Sejak dibuka pada 1970, kompleks ini merupakan kompleks olahraga lingkungan pertama di negara tersebut dan pernah menjadi tuan rumah parade Hari Nasional serta berbagai acara olahraga bergengsi. Dalam renovasi ini, elemen-elemen ikonik seperti atap khas, kotak tanaman berlapis batu, dan mural tua sengaja dipertahankan. Lim Hong Khiang, kepala Grup Infrastruktur Olahraga di Sport Singapore (SportSG), menjelaskan bahwa pelestarian ini penting untuk menjaga ikatan emosional warga lama. "Mereka melihat bahwa hal-hal tertentu dipertahankan, seperti desain atap, tanaman batu, dan mural. Ini adalah kilas balik ke masa lalu," katanya.
Di sisi lain, fasilitas yang ditingkatkan ini juga diharapkan menarik minat penduduk baru, terutama keluarga muda yang tinggal di flat HDB di sekitarnya. Perpaduan antara warisan dan modernitas ini menjadi strategi SportSG untuk menjembatani generasi. Ke depannya, pusat ini akan terus merayakan sejarahnya dengan merencanakan mural baru dan ruang warisan interaktif yang ramah lansia mulai tahun depan.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memberikan gambaran bagaimana sebuah negara tetangga berinvestasi serius dalam infrastruktur olahraga yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya fasilitas berstandar internasional seperti dry-dive dan lapangan rugby, Singapura semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat pelatihan olahraga regional. Pertanyaannya, apakah Indonesia akan mengikuti jejak serupa untuk meningkatkan kualitas atlet dan partisipasi masyarakat? Dengan semakin dekatnya berbagai ajang olahraga internasional, investasi semacam ini menjadi krusial.



