Tuipulotu Pimpin All Blacks di Laga Pembuka Tur Afrika Selatan: Rotasi Besar dan Debut Dua Pemain
Baca dalam 60 detik
- Patrick Tuipulotu kembali memegang ban kapten Selandia Baru saat menghadapi Stormers di Cape Town, menggantikan Ardie Savea yang masih cuti dan Codie Taylor yang cedera.
- Pelatih Dave Rennie melakukan 13 perubahan dari tim yang menang atas Irlandia, dengan Barrett dan Ioane kembali memperkuat starting line-up.
- Dua pemain, Siale Lauaki dan Josh Jacomb, berpeluang menjalani debut internasional mereka dari bangku cadangan dalam laga yang menjadi awal tur delapan pertandingan.

Patrick Tuipulotu akan memimpin Selandia Baru saat mereka memulai tur Afrika Selatan dengan menghadapi Stormers di Cape Town Stadium, Jumat (8/8). Keputusan ini diumumkan langsung oleh pelatih Dave Rennie pada Rabu (6/8), menandai kali kedua Tuipulotu dipercaya sebagai kapten setelah sebelumnya memimpin tim saat melawan Jepang pada 2023.
Tur ini menjadi ujian awal bagi skuad yang banyak dirombak. Dari 15 pemain inti yang diturunkan, hanya dua yang bertahan dari kemenangan 40-21 atas Irlandia di Auckland bulan lalu: Josh Moorby yang bergeser dari sayap kiri ke fullback, dan Tuipulotu sendiri. Sebanyak 13 perubahan dilakukan, termasuk kembalinya Beauden Barrett sebagai flyhalf dan Rieko Ioane di sayap, dua nama yang absen pada tiga laga Nations Championship di Selandia Baru.
Absennya kapten reguler Ardie Savea—yang masih menikmati liburan sebelum bergabung untuk tur delapan pertandingan—dan Codie Taylor yang mengalami cedera betis, membuka jalan bagi Tuipulotu. Situasi ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk unjuk diri, seperti Simon Parker dan Kyle Preston yang juga baru kembali setelah melewatkan laga melawan Prancis, Italia, dan Irlandia.
Dua nama baru, tighthead prop Siale Lauaki dan fullback Josh Jacomb, masuk dalam daftar cadangan dan siap menjalani debut internasional mereka. Kehadiran mereka menambah kedalaman skuad yang tengah membangun kembali kekuatan setelah musim yang penuh tantangan.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana tim-tim besar seperti All Blacks mengelola rotasi pemain di tengah jadwal padat. Pola ini kerap menjadi pelajaran bagi tim nasional kita yang juga harus pandai mengatur kebugaran pemain, terutama saat menghadapi turnamen multi-nasional.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk memberi pengalaman kepada pemain muda sambil tetap menjaga standar permainan,” ujar Rennie dalam konferensi pers, seperti dikutip media setempat.
Dengan komposisi tim yang sebagian besar baru, pertanyaan besarnya adalah apakah All Blacks mampu langsung tampil kompak melawan Stormers yang dikenal agresif di kandang sendiri. Hasil laga ini akan menjadi indikator awal seberapa dalam skuad Selandia Baru musim ini, sekaligus menentukan arah tur mereka ke depan.



