Eddie Jones Rombak Pakem Jepang demi Taklukkan Australia di Osaka
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Jepang, Eddie Jones, melakukan perubahan signifikan di lini depan untuk laga melawan Australia, dengan ambisi memutus rekor buruk tujuh kekalahan beruntun.
- Kembalinya Faulua Makisi dan rotasi pemain depan menunjukkan strategi Jones untuk memperkuat skuad, sementara lini belakang tetap dipertahankan.
- Pertandingan di Osaka ini menjadi ujian krusial bagi Jepang untuk membuktikan progres mereka di pentas internasional, sekaligus momentum kebangkitan di hadapan pendukung sendiri.

Pelatih tim nasional Jepang, Eddie Jones, tidak main-main dalam menyambut ujian berat melawan Australia akhir pekan ini. Untuk laga yang berlangsung di Stadion Panasonic, Osaka, Sabtu (10/8), Jones melakukan perombakan cukup radikal di lini depan, sementara lini belakang nyaris tak tersentuh. Targetnya jelas: memutus rekor buruk yang belum pernah sekalipun dimenangi Jepang atas Australia dalam tujuh pertemuan sebelumnya.
Perubahan paling mencolok terlihat di sektor barisan depan. Jack Cornelson, yang sebelumnya mengisi posisi nomor delapan, digeser ke barisan kedua untuk memberi tempat bagi Faulua Makisi yang kembali memperkuat tim. Makisi, yang absen pada laga sebelumnya, diharapkan menjadi motor serangan dari posisi nomor delapan. Sementara itu, Jones kembali merotasi posisi prop dengan memasukkan Takato Okabe dan Shuhei Takeuchi untuk memperkokoh lini depan. Kanji Shimokawa juga masuk sebagai openside flanker, dengan Ben Gunter bergeser ke posisi blindside.
Di lini belakang, Jones hanya melakukan satu penyesuaian: menaikkan Taira Main dari bangku cadangan ke posisi sayap. Main tampil impresif saat masuk sebagai pemain pengganti pada kekalahan dari Prancis bulan lalu, dan kini diberi kepercayaan penuh untuk mengisi slot yang sebelumnya dihuni pemain lain. Dengan demikian, formasi Jepang untuk laga ini adalah: 15-Takuro Matsunaga, 14-Kazuma Ueda, 13-Dylan Riley, 12-Samisoni Tua, 11-Taira Main, 10-Ryunosuke Ito, 9-Naoto Saito, 8-Faulua Makisi, 7-Kanji Shimokawa, 6-Ben Gunter, 5-Warner Dearns (kapten), 4-Jack Cornelson, 3-Shuhei Takeuchi, 2-Hayate Era, 1-Takato Okabe. Di bangku cadangan, tersedia nama-nama seperti Michael Leitch dan Harry Hockings yang siap memberikan dampak.
Keputusan Jones untuk merombak lini depan bukan tanpa alasan. Dalam laga uji coba melawan Prancis, Jepang tampil kurang solid di sektor scrum dan breakdown, yang menjadi salah satu penyebab kekalahan. Dengan memasukkan pemain-pemain yang lebih berpengalaman dan agresif, Jones berharap bisa memperbaiki kelemahan tersebut. Di sisi lain, mempertahankan lini belakang yang sudah kompak menunjukkan bahwa Jones ingin membangun serangan yang lebih terorganisir, memanfaatkan kecepatan dan kreativitas para pemain belakangnya.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana sebuah tim berkembang di bawah tekanan. Jepang, yang sering menjadi tolok ukur kekuatan rugby Asia, berusaha menembus level berikutnya dengan mengalahkan tim sekelas Australia. Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya adaptasi taktik dan manajemen pemain dalam menghadapi lawan yang lebih unggul secara historis. Bagi para penggemar rugby di Indonesia, laga ini juga menjadi tontonan menarik untuk melihat kualitas rugby Asia yang semakin meningkat.
Menariknya, keputusan Jones untuk mempertahankan Ryunosuke Ito di posisi fly-half menunjukkan kepercayaan besar pada pemain muda tersebut. Ito, yang dikenal memiliki visi permainan yang baik, akan menjadi kunci dalam mengatur tempo serangan Jepang. Sementara itu, kapten Warner Dearns di barisan kedua diharapkan bisa memimpin pertahanan yang solid. Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para pemain yang baru kembali dari cedera atau yang baru diberikan kesempatan.
Dengan segala perubahan ini, publik rugby Jepang tentu berharap banyak. Namun, Australia bukan lawan yang mudah. Wallabies memiliki skuad yang dalam dan pengalaman bertanding di level tertinggi. Meski demikian, bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter, Jepang memiliki peluang untuk menciptakan kejutan. Apakah Eddie Jones mampu membawa Jepang meraih kemenangan bersejarah pertama atas Australia? Atau justru perubahan ini akan menjadi bumerang? Kita tunggu saja jalannya pertandingan di Osaka.



