IHSG Menguat 0,53% ke 6.351, Ikuti Reli Bursa Asia: Properti dan Barang Baku Pimpin Kenaikan
Baca dalam 60 detik
- Indeks harga saham gabungan ditutup menguat 0,53 persen ke level 6.351,61, sejalan dengan penguatan mayoritas bursa kawasan Asia.
- Sentimen positif datang dari kinerja emiten yang solid, penurunan harga minyak, serta harapan meredanya ketegangan AS-Iran yang menahan laju inflasi global.
- Sektor properti dan barang baku mencatat kenaikan tertinggi, sementara investor kini mencermati dampak kebijakan ekspor komoditas tanah jarang terhadap pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 31,53 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.351,61 pada perdagangan Rabu, sejalan dengan reli bursa Asia yang terangkat oleh rekor baru Wall Street dan meredanya kekhawatiran geopolitik. Penguatan ini menandai optimisme investor terhadap prospek ekonomi domestik di tengah gejolak global yang masih membayangi.
Kenaikan IHSG tidak diikuti oleh indeks LQ45 yang justru terkoreksi tipis 0,19 persen ke level 633,99, menunjukkan rotasi sektoral yang cukup tajam. Sektor properti memimpin dengan lonjakan 2,72 persen, disusul barang baku yang naik 2,17 persen dan transportasi-logistik 1,59 persen. Sebaliknya, sektor barang konsumen non-primer dan teknologi menjadi pemberat utama dengan pelemahan masing-masing 0,10 persen dan 0,07 persen.
Menurut analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, reli di bursa global semalam menjadi katalis utama. Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru setelah rilis laporan keuangan perusahaan yang solid, sementara harga minyak mentah yang turun tajam meredakan tekanan inflasi. Selain itu, kabar kemungkinan kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dinilai mampu menekan harga energi dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Dari dalam negeri, data produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2026 yang tumbuh signifikan secara kuartalan, meskipun secara tahunan masih terkontraksi, menjadi angin segar bagi pasar. Perlambatan inflasi pada Juli 2026 juga membantu, kendati volatilitas harga pangan dan tekanan musiman akibat tahun ajaran baru masih menjadi catatan. Kepastian pemerintah mengizinkan kembali ekspor nikel, timah, dan komoditas yang mengandung unsur tanah jarang turut menopang sentimen, membuka peluang peningkatan pendapatan ekspor.
Nico menambahkan bahwa keputusan pemerintah untuk melonggarkan larangan ekspor komoditas tersebut dapat memperkuat fundamental ekonomi dan menarik minat investor asing. Namun, ia mengingatkan bahwa pasar masih akan dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi AS-Iran dan kebijakan moneter global. "Perkembangan ini dinilai dapat meredakan kekhawatiran terhadap inflasi, serta mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," ujarnya dalam kajian harian.
Secara regional, mayoritas bursa Asia ditutup hijau, dengan Nikkei melesat 3,60 persen ke 66.258,00 dan Kospi menguat 3,76 persen ke 6.598,26. Shanghai naik 1,47 persen ke 3.878,43, sementara Hang Seng hanya bertambah 0,24 persen ke 25.915,82. Straits Times Singapura justru melemah 0,50 persen ke 5.581,37, menunjukkan divergensi kinerja antar bursa di kawasan.
Bagi investor Indonesia, penguatan IHSG kali ini memberikan sinyal bahwa pasar domestik mulai resilient terhadap gejolak eksternal, didukung oleh fundamental makro yang membaik. Namun, ketimpangan antara IHSG dan LQ45 mengindikasikan bahwa penguatan lebih banyak ditopang oleh saham-saham lapis kedua dan ketiga, yang kerap lebih volatil. Hal ini menuntut kehati-hatian dalam memilih portofolio, terutama di tengah ketidakpastian arah suku bunga global.
Ke depan, pasar akan mencermati data inflasi AS dan keputusan The Fed pada pertemuan berikutnya, serta kelanjutan negosiasi AS-Iran yang dapat mempengaruhi harga minyak. Di sisi domestik, implementasi kebijakan ekspor tanah jarang dan rilis data ekonomi kuartal III akan menjadi penentu arah IHSG. Apakah reli ini berkelanjutan atau hanya sekadar koreksi teknikal? Jawabannya akan bergantung pada konsistensi fundamental dan dukungan kebijakan pemerintah.



