Misteri Hilangnya Anak Perempuan: Ayah di Ipoh Curiga Jadi Korban Penipuan
Baca dalam 60 detik
- Seorang juru masak di Ipoh melaporkan anak perempuannya yang berusia 29 tahun hilang sejak Februari, dengan dugaan kuat terlibat dalam kasus penipuan.
- Kekhawatiran muncul setelah sang ayah menerima tagihan kartu kredit yang tidak dibayar dan mendapati perusahaan tempat anaknya bekerja di Singapura telah tutup.
- Polisi dan wakil rakyat setempat kini mengimbau masyarakat untuk membantu mencari keberadaan perempuan tersebut.

Seorang ayah di Ipoh, Malaysia, dilanda kecemasan mendalam setelah putrinya yang berusia 29 tahun hilang sejak Februari lalu. Lew Choon Yong, 62 tahun, yang bekerja sebagai juru masak di sebuah restoran, mengaku terakhir kali mendengar kabar dari anaknya setelah perayaan Tahun Baru Imlek. Sejak itu, tidak ada kabar atau jejak yang pasti tentang keberadaan dan keselamatan putrinya.
Menurut keterangan Lew, ia terakhir bertemu dengan putrinya pada Oktober tahun lalu, ketika mengantarnya ke terminal bus sebelum berangkat bekerja ke Singapura. Komunikasi mereka memang jarang, tetapi pada Februari, saat berbicara melalui telepon, Lew merasa ada yang aneh. "Suaranya bingung dan tidak seperti biasanya," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di pusat layanan wakil rakyat Menglembu, Chaw Kam Foon, Rabu (5/8).
Kekhawatiran Lew semakin menjadi ketika ia mulai menerima surat tagihan dari bank terkait pembayaran kartu kredit yang tertunggak, yang terhubung dengan nama putrinya. Tagihan tersebut terus berdatangan pada akhir Februari hingga Maret. Upaya menghubungi nomor putrinya selalu gagal, dan laporan polisi pun telah ia layangkan pada Maret. Pengecekan ke Departemen Imigrasi mengungkap fakta mengejutkan: putrinya telah keluar dari Singapura dan masuk ke Malaysia.
Lew juga menemukan bahwa perusahaan tempat putrinya bekerja di Singapura telah ditutup. Yang lebih mencemaskan, ia mencurigai seorang pria yang kerap mendampingi putrinya. Pria tersebut pernah menelepon Lew pada April menggunakan ponsel putrinya dengan nada bicara kasar. Lew menduga pria itu terlibat dalam jaringan penipuan dan khawatir putrinya menjadi korban. "Saya khawatir dia ditahan di suatu tempat atau sedang dalam masalah," ungkapnya.
Chaw Kam Foon, yang turut mendampingi Lew, menyatakan akan menggunakan media sosial untuk membantu mencari perempuan tersebut. Ia juga mengimbau siapa pun yang memiliki informasi untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi pusat layanannya di nomor 05-2810608. Kasus ini menjadi pengingat akan maraknya kasus penipuan yang menyasar pekerja migran, terutama di kawasan perbatasan seperti Malaysia dan Singapura.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Malaysia. Di Indonesia, kasus pekerja migran yang hilang atau menjadi korban penipuan juga kerap dilaporkan. Menurut data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), banyak kasus penipuan berkedok lowongan kerja di luar negeri yang berujung pada eksploitasi. Kasus di Ipoh ini bisa menjadi pelajaran bagi para calon pekerja migran untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas dan selalu menjaga komunikasi dengan keluarga.
Polisi Malaysia sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan penyelidikan. Namun, keterlibatan wakil rakyat setempat menunjukkan bahwa kasus ini mendapat perhatian serius. Pertanyaannya, apakah aparat penegak hukum mampu mengungkap jaringan penipuan yang diduga melibatkan pria misterius tersebut? Atau akankah kasus ini menjadi salah satu dari sekian banyak kasus hilang yang belum terpecahkan?



